Pengungkapan Kasus Penyerangan Novel, Mabes: Tim Teknis Bekerja Agustus

"Agustus sudah dimulai kalau dalam prediksi saya,"

, BERITA , NASIONAL

Senin, 22 Jul 2019 11:59 WIB

Author

Dian Kurniati

Pengungkapan Kasus Penyerangan Novel, Mabes: Tim Teknis Bekerja Agustus

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: KBR/Resky)

KBR, Jakarta- Mabes Polri mengatakan tim teknis pengungkapan kasus Novel akan mulai bekerja awal Agustus. Juru bicara Mabes Polri, Muhammad Iqbal mengatakan, tim teknis akan diketuai oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Idham Azis.

Kata dia, saat ini Kabareskrim sedang mempelajari temuan-temuan dari tim pakar.

"Tim teknis beberapa minggu ke depan, insyaallah bulan Agustus sudah dimulai kalau dalam prediksi saya," ujar juru bicara Mabes Polri, Muhammad Iqbal, di Mabes Polri, Senin (22/7/2019)

Muhammad Iqbal menyebut, selain mempelajari hasil temuan tim pakar, Ketua Tim Teknis Idham Azis bertanggungjawab untuk memilih personel-personel. Anggota tim ini akan dipilih dari personil Polri, seperti dari Inafis, Pusident, sampai Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Sebelumnya  Presiden Joko Widodo  memberikan kompromi pada Polri soal pengungkapan kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Jokowi tak merespons desakan masyarakat agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk Novel, karena hasil TGPF bentukan Polri dinilai mengecewakan.

Jokowi justru memberi kelonggaran waktu tiga bulan untuk Polri, agar tim teknis menindaklanjuti temuan TGPF tersebut.

"Hasil itu mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis, untuk lebih menyasar ke dugaan-dugaan yang ada. (Masyarakat menilai TGPF mengecewakan?) Kasusnya ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu. (Jadi tGPF independen dibentuk tiga bulan lagi?) Saya beri waktu tiga bulan, saya lihat nanti hasilnya apa. Jangan sedikit-sedikit lari ke saya. Tugas kapolri apa nanti?" kata Jokowi di Istana Negara, Jumat (19/07/2019).

Baca: Tim Bentukan Kapolri Dinilai Gagal Ungkap Kasus Novel, Ini Alasannya 

Jokowi mengatakan sudah mendapat laporan tentang hasil temuan TGPF tersebut dari Kapolri Tito Karnavian. Tito lantas meminta waktu enam bulan untuk tim teknis menindaklanjuti temuan tim teknis. Namun, Jokowi hanya memberikan waktu tiga bulan, dan berencana akan langsung mengevaluasi hasil kerja tim teknis setelah masa kerjanya rampung.

Jokowi berharap tim teknis bentukan Polri tersebut sanggup menemukan pelaku penyerangan Novel, setelah TGPF menyebut motifnya adalah balas dendam. Namun, Jokowi tak menjawab tegas bakal membentuk TGPF independen, jika tim teknis tersebut juga gagal mengungkap pelaku penyerangan Novel.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Melawan Sampah Plastik di Samarinda

Melawan Sampah Plastik di Samarinda

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18