Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Bikin Jokowi Jengkel

"Laporan terakhir yang saya terima belum. Oleh sebab itu kita langsung saja menuju ke masalah saja. Tidak jadi itu masalahnya apa?"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 17 Jul 2019 06:09 WIB

Author

Dian Kurniati

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,  Bikin Jokowi Jengkel

Sejumlah pekerja mengerjakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo tidak dapat menyembunyikan rasa jengkelnya, lantaran rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), tidak pernah  ada kemajuan yang berarti. Jokowi mengatakan, penanganan masalah sampah di Indonesia sudah sangat mendesak, tetapi fasilitas pengelolaannya tidak kunjung tersedia.

Jokowi mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan, untuk menyelesaikan semua kendala-kendala yang mengganjal pembangunan proyek PLTSa. 

"Sekarang, sampai hari ini, saya belum mendengar ada progres yang sudah menyala dan jadi. Semoga siang hari ini saya mendapatkan laporan bahwa ada salah satu atau salah dua yang sudah selesai. Tapi laporan terakhir yang saya terima belum. Oleh sebab itu kita langsung saja menuju ke masalah saja. Tidak jadi itu masalahnya apa? Ada yang menyampaikan PLN-nya, Pak, yang lamban. PLN ada? Tinggal nanti langsung saya perintah," kata Jokowi di kantornya, Selasa (16/07/2019).

Jokowi menilai, hal utama yang akan terselesaikan dengan pembangunan PLTSa adalah tumpukan sampah di berbagai kota di Indonesia. Produksi listrik dari PLTSa tersebut, menurut Jokowi, sekadar bonus dari program penanganan sampah.

Semua masalah yang mengganggu pendirian PLTSa, ujar Jokowi, harus segera diselesaikan, agar sampah tidak terus semakin menumpuk dan menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Miris, Jokowi menyebutkan, saat masalah sampah di daratan belum terselesaikan, saat ini pula telah muncul masalah lain, berupa sampah di lautan. Jokowi menyebut, sampah di lautan telah menjadi masalah dunia, dan Indonesia menempati peringkat dua di dunia sebagai penyumbang sampah terbesar ke lautan.

Pada rapat terbatas di kantornya, Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri, kepala daerah, dan pimpinan PT PLN (Persero) untuk membahas kelanjutan pembangunan PLTSa. Saat membuka rapat, Jokowi meminta semua kepala daerah dan pembantunya kompak, dalam mempercepat pembangunan proyek PLTSa.


Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun