Paripurna Wagub Jakarta Molor Terus, Mendagri Angkat Tangan

"Kami tidak bisa ikut campur apa-apa termasuk pak Anies"

BERITA , NASIONAL

Senin, 22 Jul 2019 12:18 WIB

Author

Dwi Reinjani

Paripurna Wagub Jakarta Molor Terus, Mendagri Angkat Tangan

Ilustrasi: Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019). (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo angkat tangan menyikapi terus molornya paripurna DKI Jakarta untuk pengisian Wakil Gubernur.

Tjahjo Kumolo beralasan pergantian Wagub menjadi hak dan tanggung jawab Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta serta partai pengusung.

“Kami tidak bisa ikut campur apa-apa termasuk pak Anies juga tidak bisa ikut campur apa-apa. Terserah DPRD, apakah mau diselesaikan oleh yang terhormat anggota DPRD masa sekarang, atau mau dibahas hasil pemilu ya terserah DPRD,” ujar Tjahjo, di Jakarta Convention Center, Senin (22/07/2019).

Tjahjo menegaskan keputusan membatalkan, membuat lama atau apapun yang menyangkut pemilihan wakil gubernur ada di tangan DPRD. Menurutnya tidak ada aturan baku yang mengharuskan segera mengganti kursi wagub yang kosong. Menurut dia,  dalam Undang-Undang, gubernur boleh tidak memiliki wakil sampai 18 bulan masa jabatan.

Ia juga menambahkan selama ini, Anies Rasyid Baswedan sebagai Gubernur DKI pun tidak pernah mengeluh, terkait kendala dalam menjalankan pemerintahan tanpa bantuan wakil. Namun Tjahjo mengingatkan bahwa gubernur tidak bisa menjalankan semua pekerjaannya sendiri. Ada perbedaan ranah kerja antara gubernur, wakil gubernur dan deputi. Sehingga tidak bisa dicampur adukkan menjadi satu urusan.


Rapat Paripurna Wakil Gubernur Jakarta dijadwalkan digelar Senin (22/07). Namun rapat ditunda lantaran rapat pimpinan gabungan berkali-kali gagal digelar.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Melawan Sampah Plastik di Samarinda

Melawan Sampah Plastik di Samarinda

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18