JI Sebar Paham Radikal Lewat Pengajian dan Media

"Ada beberapa media yang tidak terdaftar di Dewan Pers digunakan untuk propaganda dan menyebarkan narasi-narasi."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 17:29 WIB

Author

Kevin Candra, Adi Ahdiat

JI Sebar Paham Radikal Lewat Pengajian dan Media

Ilustrasi: Penyebaran paham radikal lewat internet.

KBR, Jakarta - Polri mengklaim telah memetakan kekuatan Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia. Menurut mereka, kekuatan terbesar JI berada di Jawa Barat.

"Untuk sementara ini, memang paling kuat di Jawa Barat ya, pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur. Kemudian di wilayah Sumatera, lalu ada di Kalimantan tidak banyak. Lalu di Sulawesi juga tidak banyak dan mereka bisa menembus hingga ke Papua Barat," ujar Juru Bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Dedi juga mengungkapkan, JI menyebar paham radikal melalui pengajian dan media.

"Dia (JI) punya media sendiri. Ada beberapa media yang tidak terdaftar di Dewan Pers digunakan untuk propaganda dan menyebarkan narasi-narasi," kata Dedi.


Baca Juga: Jamaah Islamiyah Lebih Canggih dari ISIS?


Berjihad Lewat Kata-kata

Tahun 2002 JI dituding terlibat dalam aksi teror Bom Bali yang menewaskan ratusan orang.

Tapi menurut riset Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), JI yang eksis sekarang tak lagi berfokus pada aksi kekerasan. Sebagai gantinya, mereka fokus pada kegiatan dakwah atau penyebaran ideologi.

JI generasi baru juga mengubah cara pandangnya terhadap dunia politik. Jika JI yang dulu menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan demokrasi, kini mereka mulai memperhitungkan aksi demo sebagai cara berjuang yang sah.

IPAC menyebut, JI telah menuangkan strategi ini dalam risalah mereka yang berjudul "Demonstrasi Damai dan Gerakan Jihad, Mungkinkah Bersanding?".

“Partisipasi dalam demonstrasi dianggap sama seperti ‘jihad lewat pena’ atau jihad lewat kata-kata,” jelas IPAC dalam laporan risetnya yang berjudul The Re-Emergence of Jemaah Islamiyah (2017). 

Menurut IPAC, organisasi ini memiliki target sangat terperinci untuk merekrut orang-orang berkeahlian khusus, mulai dari dokter, insinyur, teknisi nuklir, jurnalis, pengacara, ahli komunikasi sampai ahli pertanian.

IPAC juga menilai, kini JI bisa melahirkan anggota yang lebih militan dan lebih profesional dibanding semua kelompok ekstrem lain di Indonesia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun