Ini Spesifikasi Senjata Penembak Korban 22 Mei

"Ciri-cirinya, tingginya kemudian kurus, tingginya 175 centimeter, kemudian dia menggunakan tangan kidal."

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Jul 2019 15:26 WIB

Author

Kevin Candra

Ini Spesifikasi Senjata Penembak Korban 22 Mei

Ilustrasi: Petugas bersiap uji coba senpi Glock 17 di lapangan tembak Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Selasa (23/10/2018). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian mengungkap senjata yang digunakan untuk menembak salah seorang korban kerusuhan 21-11 Mei 2019, Harun Alrasyid di bawah jembatan Slipi Jaya Jakarta.  Juru Bicara Mabes polri, Dedi Prasetyo mengatakan, spesifikasi peluru dan senjata yang digunakan untuk menembak ini diperolah berdasarkan hasil analisa laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri.

"Diduga dari hasil Labfor itu, pelakunya menggunakan glock 42. Kemarin sudah disampaikan ciri-cirinya, tingginya kemudian kurus, tingginya 175 sentimeter, kemudian dia menggunakan tangan kidal, tangan kiri, itu semuanya sedang didalami," katanya di Bareskrim Mabes Polri, Senin (8/7/2019).

Juru Bicara Mabes polri, Dedi Prasetyo menambahkan, dari keterangan saksi yang melihat kejadian penembakan itu, senjata diduga disimpan di balik pakaian.

Saat ini, Polda Metro Jaya juga terus melakukan pemeriksan pada saksi kunci tersebut.

Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Suyudi Ario Seto menuturkan senjata yang digunakan diduga senjata nonnorganik Polri dengan proyektil berukuran 9x17 milimeter, dengan arah tembakan pistol mengarah ke Harun Alrasyid, dengan jarak tembak 11 meter.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online