Indonesia-Jepang Akan Kembangkan PLT Panas Laut di Bali

Sebagai negara maritim sekaligus negara tropis, Indonesia disebut punya potensi panas laut yang amat besar.

BERITA , NASIONAL

Senin, 22 Jul 2019 13:34 WIB

Author

Adi Ahdiat

Indonesia-Jepang Akan Kembangkan PLT Panas Laut di Bali

Ilustrasi: Menurut tim Saga University, Indonesia punya potensi panas laut yang amat besar. (Foto: Pixabay)

KBR, Jakarta- Kementerian ESDM bersama tim dari Saga University, Jepang, akan mengembangkan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Panas Laut atau Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) di perairan Bali Utara.

"Pembahasan telah kami lakukan bersama Deputi Direktur Ocean of Energy, Saga University, Jepang, Yasuyuki Ikegami di Jakarta 27 Juni kemarin. Saga University menyampaikan usulan pemilihan lokasi berdasarkan hasil penelitian P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) di perairan Bali Utara," ujar Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangan resminya (19/7/2019).

Menurut Dadan, tim Saga University akan mendorong Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (Ministry Economic, Trade and Industry/METI) agar pemerintah Jepang bisa membiayai pembangunan PLT Panas Laut di Indonesia.

Tim Saga University juga menjelaskan, Kementerian ESDM bisa membantu percepatan proyek ini dengan turut mengajukan permohonan ke pemerintah Jepang.


Baca Juga:

Indonesia-Tiongkok Jajaki Kerja Sama Energi Terbarukan

Ini Harga Listrik Energi Terbarukan, Mahal atau Murah?

Indonesia Berlimpah Sumber Energi Terbarukan? Cek Daftarnya!


PLT Panas Laut

PLT Panas Laut atau OTEC bisa memproduksi listrik dengan memanfaatkan perbedaan suhu antara laut permukaan yang hangat dan laut dalam yang dingin.

Menurut penelitian P3GL, perairan Bali Utara memiliki perbedaan suhu lebih dari 20 derajat pada kedalaman laut 500 - 1.000 meter. Perbedaan suhu itulah yang akan diolah menjadi uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin pembangkit listrik.

Selain menghasilkan listrik, teknologi OTEC juga diklaim bisa menghasilkan lithium, hidrogen, air mineral, pengembangan akuakultur, serta air bersih.

Teknologi OTEC pertama kali dikembangkan tahun 1930. Namun OTEC jarang dilirik negara-negara maju karena mereka tidak memiliki perairan tropis untuk sumber tenaganya.

Sedangkan Indonesia, sebagai negara maritim sekaligus negara tropis, disebut punya potensi panas laut yang amat besar.

Menurut Kementerian ESDM, potensi panas laut Indonesia diprediksi bisa menghasilkan daya sekitar 240.000 MW. Sedangkan menurut tim Saga University, potensi energi termal lautan Indonesia secara teknis bisa dikembangkan hingga mencapai 43 GWh.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945