Hujan Buatan Terkendala Peminjaman Pesawat TNI AU

"Karena terus terang saja, pesawatnya milik TNI, dan penggunaan pesawat di TNI juga cukup padat."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 30 Jul 2019 15:07 WIB

Author

Dian Kurniati

Hujan Buatan Terkendala Peminjaman Pesawat TNI AU

Ilustrasi Tim Modifikasi Cuaca Hujan Buatan sedang memasukkan perangkat ke Pesawat Hercules TNI AU. (Foto: ristek.go.id)

KBR, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengeluhkan sulitnya mendapat pinjaman armada pesawat TNI-AU, sebagai transportasi pembuatan hujan buatan. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengatakan, saat ini semua kebutuhan alat dan bahan pembuatan hujan buatan sebenarnya sudah siap, dan hanya tinggal menunggu peminjaman pesawat dari TNI AU saja.

Tri memperkirakan, pembuatan hujan   baru dapat dilaksanakan pada pekan depan.

"Sampai saat ini semua masih dalam persiapan. Jadi belum melakukan operasi penyemaian. Mudah-mudahan minggu ini, atau selambat-lambatnya minggu depan, akan kita mulai. Karena terus terang saja, pesawatnya milik TNI, dan penggunaan pesawat di TNI juga cukup padat. Sehingga kami perlu menunggu waktu yang tepat untuk membuat hujan buatan ini," kata Tri di kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa (30/7/2019).

Ditambahkan Tri, operasi pembuatan hujan buatan akan menggunakan pesawat jenis CN-295. Pesawat tersebut akan beroperasi dari Posko Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sedangkan di Posko modifikasi cuaca di Kupang, NTT, akan mengoperasikan pesawat tipe Casa 212-200.

Tri menyebut, modifikasi cuaca dengan hujan buatan dilakukan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta mengairi sentra produksi tanaman pangan. 

Sekali penyemaian awan, ujar Tri, bisa menghasilkan belasan juta meter kubik air hujan. Daerah yang rawan Karhutla misalnya Pulau Sumatera dan Kalimantan, sedangkan daerah persawahan dan perkebunan rawan yang kekeringan di antaranya Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.


Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun