Share This

Soal Cawapres, Jokowi Benarkan Ada Nama Mahfud MD Sampai TGB Zainul Majdi

Presiden Jokowi membenarkan nama Mahfud MD, Airlangga Hartarto dan TGB Zainul Majdi masuk daftar lima cawapres yang tengah digodok bersama partai pendukung.

BERITA , NASIONAL

Senin, 16 Jul 2018 20:20 WIB

Presiden Joko Widodo. (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo membenarkan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto masuk daftar nama yang dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil presiden pendampingnya. Dia mengatakan ketiganya termasuk dalam lima nama yang kini tengah digodok bersama partai-partai pendukung.

"Saya terus bertemu dengan ketua-ketua partai, hampir setiap hari, tapi banyak yang tertutup. Kita harus ngerti, kantongan saya itu tidak hanya satu. Kantongan luar ada, kantongan dalam ada," kata Jokowi di Akademi Bela Negara Nasdem, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Pekan lalu, Jokowi menyebut bakal cawapresnya sudah mengerucut dari sepuluh menjadi lima nama. Usai meninjau kesiapan Asian Games di Palembang akhir pekan lalu, dia juga mengatakan nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar masuk dalam daftar lima nama tersebut.

Saat mengisi acara kuliah umum di Akademi Bela Negara Nasdem, Jokowi tampak didampingi anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Usai acara, Jokowi juga sempat bertemu dengan Zainul Majdi. Namun, ia enggan mengungkapkan isi pembicaraannya dengan politikus Demokrat itu. 

"Bicara banyak. Nanti tanyakan saja ke TGB langsung. Jangan ke saya."

Sementara itu, Zainul Majdi justru menjawab ia hanya membicarakan kemungkinan Jokowi berkunjung ke NTB. Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan soal cawapres kepada Jokowi.

"Banyak tokoh yang lebih senior yang lebih mumpuni dari saya. Bersama saya ada Pak Mahfud, banyak. Ada Pak Airlangga juga."

Sementara itu, Mahfud MD mengaku tidak tahu jika namanya ikut diperhitungkan sebagai cawapres Jokowi. Menurutnya selama ini dia tidak pernah membicarakan soal pilpres 2019 dengan bekas Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.