Share This

SBY Datangi Rumah Prabowo, Ini yang Dibahas

"Saya kira itu kan bagian dari perkembangan politik yang pasti karena calon presiden dan wakil presiden itu hanya akan bisa maju kalau diajukan oleh partai politik"

BERITA , NASIONAL

Senin, 30 Jul 2018 11:03 WIB

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7). (Foto: Antar

KBR, Jakarta- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba tepat pukul 10:00 di rumah Ketua Umum Prabowo Subianto. Kedatangan SBY yang   didampingi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, langsung disambut Prabowo. Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung.

Sebelumnya Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut, dua nama cawapres Prabowo Subianto yang direkomendasikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) akan akan menjadi bahasan dalam pertemuan ini. Pertemuan semula akan digelar semalam, namun batal dilakukan.

"Saya kira itu kan bagian dari perkembangan politik yang pasti karena calon presiden dan wakil presiden itu hanya akan bisa maju kalau diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik," terang Ahmad kepada wartawan di rumah kediaman Prabowo Subianto, Selong, Jakarta Selatan, Minggu (29/7/18).

Dalam rapat internal di kediaman Prabowo Subianto semalam,  Kata Ahmad, dibahas  perkembangan hasil ijtima GNPF-U yang menyebut nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dari hasil itu dua nama cawapres yang diminta mendampingi dari kalangan religius, yakni PKS dan individu non-parpol.

"Dalam rapat dewan pembina tadi dibahas dua nama yang diendorse yakni Habib Salim Assegaf Ali Jufri  dan Ustaz Abdul Somad. Dua-duanya memiliki kapasitas yang kita sudah paham," kata Ahmad

Ahmad mengatakan, empat nama Cawapres yang telah dikantongi Prabowo, selain dua nama hasil rekomendasi GNPF-U, ada Agus Harimurti Yudhoyono, dan satu lagi belum bisa dia jelaskan. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.