Share This

Pemerintah Targetkan 31,9 Juta Anak Dapat Imunisasi MR Tahun Ini

Kemenkes memastikan masyarakat dapat memanfaatkan program imunisasi tanpa pungutan biaya.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 31 Jul 2018 21:56 WIB

Ilustrasi: Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Measles Rubella (MR) di Bandung, Selasa (1/8). (Foto: ANTARA/ Fahrul J)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan akan melaksanakan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) fase II pada Agustus hingga September 2018. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan tahun ini kementeriannya menargetkan 31,9 juta anak dapat diimunisasi agar kebal dari penyakit campak dan rubella.

Ia menjelaskan, sasaran imunisasi MR tahun ini yakni anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi. Pemerintah telah menyiapkan 4,3 juta botol vaksin MR beserta alat suntik dan logistik pendukung.

Anung pun memastikan, masyarakat dapat memanfaatkan program imunisasi tersebut tanpa mengeluarkan biaya.

"Kami berharap bahwa setidak-tidaknya 95 persen dari seluruh sasaran tadi bisa kami cover. Tidak ada satu desa pun yang diharapkan capaiannya kurang dari 95 persen," kata Anung di Kantor Kementerian Kesehatan, Selasa (31/7/2018).

Ia merinci, sasaran imunisasi MR tahun ini yakni di 395 kabupaten/kota dan 6.369 puskesmas. Anung berharap cakupan imunisasi hingga ke tingkat wilayah terkecil yakni di tingkat desa bisa mencapai 95 persen.

"Imunisasi MR menyasar kelompok paling rentan tertular penyakit campak dan rubella yakni anak-anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun."

Menurut Anung, target cakupan imunisasi minimal 95 persen di seluruh tingkat wilayah itu dapat memutus mata rantai penularan penyakit. Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi maka akan membentuk kekebalan kelompok masyarakat sehingga imun terhadap penyakit tertentu. "Kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah," kata dia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.