Share This

Nasdem Usung Sejumlah Artis dengan Popularitas Tinggi untuk Pileg 2019

Kendati begitu, ia tetap menuntut agar seluruh kandidat melakukan kerja politik untuk menggaet publik.

BERITA , NASIONAL

Senin, 16 Jul 2018 22:22 WIB

Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate (ketiga kanan) bersama Ketua Bapilu Nasdem Effendy Choirie (kedua kanan) menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatif kepada anggota KPU Ilham Saputra (kedua kiri) dan Hasyim Asyari (kiri) d

KBR, Jakarta - Partai Nasdem mengusung sejumlah artis untuk merebut kursi legislator pada Pileg 2019. Beberapa yang hari ini (16/7/2018) didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di antaranya, Nafa Urbach, Tessa Kaunang, Kristina, Manohara Odelia Pinot, dan Okky Asokawati.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengakui, pengusungan nama-nama itu karena mereka dianggap punya popularitas.

"Artis-artis punya popularitas yang tinggi, kami akui itu. Keterkenalannya tinggi," kata Johnny di Gedung KPU Jakarta, Senin (16/7/2018).

Kendati begitu, ia tetap menuntut agar seluruh kandidat melakukan kerja politik untuk menggaet publik. Sebab tak mudah memenangi Pileg 2019 bermodal popularitas belaka.

"Supaya bisa jadi basis elektoral. Setelah basis elektoral, perlu juga ada kerja politik sehingga dia punya basis elektabilitas," lanjutnya.

Manohara dan deretan artis itu adalah sedikit dari banyak orang yang Nasdem usung. Untuk kursi DPR RI, Nasdem mencalonkan 575 orang untuk 80 daerah pemilihan. Bila ditotal dengan DPRD Provinsi, jumlahnya 20.391 orang untuk 2.552 daerah pemilihan. 

"Kami memenuhi syarat UU Pemilu, keterwakilan perempuan 38 persen lebih," kata dia.

Baca juga:


Tak Usung Pejabat Pemerintah 

Johnny G Plate menjelaskan, Partai Nasdem berkomitmen untuk tidak menyertakan para kadernya yang menduduki jabatan di pemerintahan. Dia mengklaim, hal tersebut karena Nasdem ingin konsisten membiarkan kadernya membantu kerja Presiden Joko Widodo hingga akhir masa jabatan.

Setidaknya, Partai Nasdem memiliki tiga kader yang memiliki jabatan strategis di pemerintah. Mereka adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Jaksa Agung Prasetyo.

Johnny menyadari para kader partai itu berpotensi besar merebut kursi anggota legislatif, bila diusung. Tetapi partainya sepakat untuk melarang mereka maju. 

"Mereka semua dilarang dan tidak dicalonkan dalam daftar caleg. Ini salah satu komitmen kami di mana sejalan antara kata dan tindakan politik yang kami ambil."

Selain itu, ia melanjutkan, Nasdem telah mengusung nama-nama yang tidak memiliki masalah persyaratan seperti yang tertera pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Dia memastikan, para caleg yang diusung Nasdem tidak punya riwayat pidana korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, maupun narkoba.

"Kita tunggu sekarang lagi diklarifikasi oleh KPU. Formulir itu mempunyai tanggung jawab moril yang sangat tinggi," kata dia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.