Share This

Kecelakaan KM Lestari Maju Tewaskan 29 Orang, Pencarian Korban Terkendala Cuaca

"Tinggi ombak masih di atas rata-rata dan hujan,"

, NASIONAL

Rabu, 04 Jul 2018 08:08 WIB

Kolase KM Lestari Maju yang kandas di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WITA. (Antara)

KBR, Jakarta- Hingga pukul sekitar pukul 2 dinihari tadi tercatat korban tewas akibat kandasnya kapal Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan  mencapai 29 orang. Hampir seluruhnya bisa diidentifikasi, kecuali satu jenazah perempuan yang diperkirakan berusia antara 50 sampi 60 tahun. Sedangkan korban yang selamat dan dirawat  di rumah sakit KH. Hayyung  berjumlah 34 orang.

Proses evakuasi korban terkendala buruknya cuaca. Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bulukumba Darfianmukri mengatakan tim Basarnas masih berupaya melanjutkan operasi penyelamatan.

"Tinggi ombak masih di atas rata-rata dan hujan," kata Darfianmukri saat dihubungi KBR, Selasa malam (3/7).

Darfian mengatakan Basarnas dibantu kepolisian dan tim BPBD mengevakuasi para korban. Mereka yang selamat dibawa ke rumah sakit terdekat dan puskesmas.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi(KNKT) menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kandasnya Kapal Motor Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan timnya akan mengumpulkan data terkait kondisi dan perawatan kapal.

"Mengumpulkan data-data dari kapalnya, perawatannya gimana, dock terakhirnya gimana, siapa yang melakukan docking, temuannya apa saja. Terutama masalah perawatan dan catatan-catatan kapal itu," kata Soerjanto saat dihubungi, Selasa (3/7).

Menurut Soerjanto, KNKT akan memeriksa kondisi fisik kapal dan mengumpulkan keterangan para korban. Selain itu, mereka akan mewawancarai petugas yang mengecek kelayakan kapal, dan memeriksa catatan perbaikan KM Lestari Maju.

Soerjanto belum bisa menyimpulkan penyebab kandasnya kapal yang berangkat dari Pelabuhan Bira Bulukumba tersebut. Kata dia, bisa saja kapal berlubang karena berkarat ataupun menabrak karang.

"Kami belum tahu keadaan sebenarnya. Mungkin terkena karang, atau sudah berkarat."

Menurut  Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani mengklaim kondisi kapal sebelum berlayar dalam keadaan layak. Menurut dia berdasarkan laporan dari kantor kesyahbandaran, hasil audit kapal menunjukkan tidak ada masalah.

Baca juga:


Menteri Sosial memastikan jaminan bantuan kepada keluarga korban tragedi kecelakaan Kapal Motor (KM) Lestari Maju di Kepulauan Selayar, Makassar. Mensos Idrus Marham, mengatakan telah mengirimkan tim  untuk memberikan bantuan permulaan.

Idrus akan bertolak ke Kepulauan Selayar usai dari Danau Toba pada pekan depan.

"Demikian pula halnya di Selayar. Pada tahap pertama kementrian sosial sudah mengirim tim ke sana dalam rangka untuk memberikan suatu bantuan dalam tahap awal. Ya misalkan keluarga-keluarga itu perlu ditolong. Pada gilirannya nanti kami juga akan memberikan bantuan kepada keluarga korban," kata Idrus kepada wartawan usai menghadiri acara Halal bi Halal PBNU di Jalan Kramat VI Jakarta, Selasa (3/7/18).

Baca juga:

Berdasar penjelasan Kepala Pos Jaga Basarnas Makassar, Haryanto, KM Lestari Maju kandas saat berlayar dari Pelabuhan Bira di Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari foto dan video diterima KBR, terlihat haluan kapal miring ke sebelah kiri, sedangkan mobil yang diangkut kapal tersebut terseret tekanan air ke bagian atas. Sementara itu, di dalam kapal terlihat beberapa penumpang yang tampak mengenakan jaket pelampung (life jacket).

Berdasarkan foto manifes penumpang yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kapal Lestari Maju memuat 139 penumpang. Selain itu, kapal tersebut juga mengangkut kendaraan sebanyak 48 unit.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.