Share This

Kantongi Sejumlah Data, Polisi Yakin Punya Cukup Alasan Usulkan Pembubaran JAD

Kepolisian Indonesia meyakini data berisi rentetan aksi teror oleh anggota dan simpatisan Jaringan Anshor Daulah (JAD) sepanjang tiga tahun belakangan, cukup dijadikan dasar pembubaran organisasi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 26 Jul 2018 17:51 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepolisian Indonesia meyakini data berisi rentetan aksi teror oleh anggota dan simpatisan Jaringan Anshor Daulah (JAD) sepanjang tiga tahun belakangan, cukup untuk dijadikan dasar pembubaran organisasi tersebut. Juru bicara Mabes Polri Muhammad Iqbal menerangkan, kejahatan yang selama ini dilakukan JAD telah mengarah ke tindakan teror.

Kata dia, sejumlah informasi yang dihimpun kepolisian memperkuat alasan pembubaran organisasi tersebut.

"Begini, Jaksa Agung dalam hal ini mereka mengajukan beberapa dakwaan, jaksa ya JPU tentunya kami sudah dimintai beberapa keterangan beberapa data, yaitu berapa kali jaringan JAD ini melakukan upaya melawan hukum, dalam artian aksi-aksi terorisme yang tiga tahun kebelakangan ini," kata Iqbal kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

"Kan temen-temn sudah tahu semua jaringan JAD, teror jaringan JAD sudah ada, data itu sudah lengkap dan kami berikan kepada JPU, yang saat ini sedang berproses melakukan penuntutan," tambahnya lagi.

Sebelumnya pada sidang dakwaan Pembubaran JAD di PN Jakarta Selatan Selasa (24/7/2018) lalu, jaksa penuntut umum dari kejaksaan agung memohon agar hakim menyatakan JAD sebagai organisasi terlarang.

Juru bicara Mabes Polri Muhammad Iqbal mengungkapkan, selain memetakan aksi anggota JAD, polisi juga mempelajari paham kelompok tersebut. Sehingga berdasar data yang dikumpulkan dan diserahkan ke jaksa, polisi menganggap JAD tak lagi layak tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kata dia, polisi tak segan menangkap siapapun yang berafiliasi dengan organisasi atau jaringan JAD.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.