Share This

Festival Dieng, 11 Bocah Gimbal Bakal Diruwat

"Temanya The Other of Culture. Jadi perempuan semua, di tahun ini. Awalnya, ada sembilan, tapi karena kemudian ada yang mendaftar lagi,"

BERITA , NUSANTARA

Senin, 30 Jul 2018 09:32 WIB

Ilustrasi: Ruwatan bocah berambut gimbal. (Foto: Antara)

KBR, Banjarnegara– Sebanyak 11 anak gimbal atau bocah berambut gembel akan mengikuti upacara ruwat potong rambut dalam Dieng Culture Festival (DCF) ke-9, 3-5 Agustus 2018, pekan depan.  Ketua Pokdarwis Pandawa Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara, Alief Fauzi mengatakan seluruh peserta berjenis kelamin perempuan.

Kata dia, tahun ini panitia memang mengetengahkan konsep “The other of Culture” atau sisi lain budaya. Seluruhnya anak gimbal tersebut  berasal dari keluarga tak mampu.
 
Dia menjelaskan, panitia akan membantu memenuhi permintaan bocah gimbal yang ikut dalam ruwatan potong rambut di DCF 2018 ini. Panitia juga akan menanggung seluruh pembiayaan rangkaian acara, mulai arak-arakan hingga upacara pemotongan rambut dan larung.
 
Menurut Alief ke-11 bocah gimbal ini berasal dari Dataran Tinggi Dieng (DTD) dan daerah lain tetapi memiliki garis keturunan Dieng. Dipercaya, setelah mengikuti ruwatan, rambut gimbal tak lagi tumbuh dan akan berganti menjadi rambut normal.

“Sudah Mas. Ada 11 Anak. Ini kita semuanya perempuan semuanya, Mas. Temanya The Other of Culture. Jadi perempuan semua, di tahun ini. Awalnya, ada sembilan, tapi karena kemudian ada yang mendaftar lagi, dan memang sesuai dengan konsep kita, dari kalangan yang tidak mampu, kita terima semua. Kita bantu semuanya, mulai dari permintaan, dan lain sebagainya,” kata Alief Fauzi, Minggu (29/7/2018).
 
Lebih lanjut Alif mengemukakan, pada helatan DCF 2018 ini, panitia juga mengenalkan empat agenda baru. Empat agenda ini yakni, Aksi Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Festival Bunga, dan Festival Tumpeng.
 
Di luar itu, agenda yang sebelumnya telah berjalan juga tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya, yakni Jazz Atas Awan, Sendratari Dieng, festival lampion, festival caping gunung. Keseluruhan acara akan berpuncak pada pemotongan rambut bocah gimbal atau ruwatan rambut gimbal.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.