Share This

Reshuffle Kabinet, Sudirman Said Pamit Lewat Twitter

"Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal & perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thx semua."

BERITA , NASIONAL

Selasa, 26 Jul 2016 23:26 WIB

Author

Dimas Rizky

Reshuffle Kabinet, Sudirman Said Pamit Lewat Twitter

Menteri ESDM Sudirman Said (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri ESDM Sudirman Said mengisyaratkan bakal lengser dari kedudukannya sebagai menteri. Lewat akun twitternya, @sudirmansaid, Selasa (26/07/2016), mengatakan tugasnya sudah selesai.

"Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal & perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thx semua," tulisnya di akun twitternya.

Sudirman Said memang terlihat mendatangi Istana Negara hari ini. Nama-nama menteri lainnya yang juga dipanggil adalah Menpan RB Yuddy Crisnandi, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Kepala Bappenas Sofjan Djalil, Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

Nama Sudirman Said sempat mencuat saat dia melaporkan dugaan pencatutan nama presiden, terkait perpanjangan saham PT Freeport Indonesia. Dia mengadukan masalah itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan MKD. Pasalnya Sudirman memiliki bukti percakapan antara Direkur Utama Freeport Indonesia, yang masih dijabat Maroef Sjamsoeddin, Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua DPR, dan pengusaha M. Riza Chalid.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.