Bagikan:

Mabes Polri Perketat Pengamanan di Seluruh Mako & Pos Polisi

"Kami olah TKP dulu, sambil mencari ini dari kelompok mana, motifnya apa, yang jelas ini sebuah teror," kata Juru bicara Mabes Polri Rikwanto.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jul 2016 13:21 WIB

Author

Ika Manan

Mabes Polri Perketat Pengamanan di Seluruh Mako & Pos Polisi

Anggota polisi melakukan patroli di sekitar gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/7). Pengamanan Mabes Polri diperketat pasca pengeboman bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Mabes Polri memperketat pengamanan di seluruh Markas Komando (Mako) dan pos-pos polisi, baik kantor polisi maupun pos polisi mudik.

Langkah ini dilakukan pasca serangan teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Selasa (5/7/2016). Teror itu menewaskan satu orang yaitu pelaku.

Juru Bicara Mabes Polri Rikwanto mengatakan Polri juga masih menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meneliti keterkaitan pelaku dengan kelompok teroris lainnya.

"Kami olah TKP dulu, sambil mencari ini dari kelompok mana, motifnya apa, yang jelas ini sebuah teror. Yang lain ya warning (kita ingatkan) saja, supaya memperketat penjagaan di Mako maupun penjagaan di seluruh pos kepolisian. Kan banyak pos jelang lebaran," jelas Rikwanto kepada KBR, Selasa (5/7/2016).

Sebelumnya, dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-70, Direktur Intelkam Polda Jawa Tengah, Yacobus Marzuki sempat menyebut Solo masih menjadi wilayah sasaran ancaman kelompok teroris. Ini lantaran ada salah satu pelaku teroris yang belum ditangkap. Pengejaran Densus 88 Mabes Polri sepanjang empat bulan belum membuahkan hasil.

Meski begitu, Juru Bicara Mabes Polri Rikwanto belum dapat memastikan hubungan langsung pelaku pengeboman di Solo dengan buronan teroris yang dimaksud.

"Hubungan langsung dengan jaringan teroris yang sedang buronan ini belum didapatkan. Ini kan lagi diselidiki dari motornya, mudah-mudahan identitasnya dapat. Kami cari dia siapa dulu," katanya.

Identifikasi kemudian menemukan bahwa pelaku bernama Nur Rahman, berumur 31 tahun, warga Sangkrah RT 01/Rw 01 Pasar Kliwon Surakarta Solo.

Tersangka pelaku diduga anggota jaringan Maman Abdurrahman yang masih buron hingga kini.

Rikwanto mengatakan secara global saat ini skala ancaman teror dari ISIS dan kelompok pendukungnya tercatat meningkat.

"Kalau indikasi ancaman teror seluruhnya, karena secara internasional dengan terdesaknya ISIS di sana itu maka kan dia akan buat keramaian di seluruh dunia, di berbagai tempat, kan perintahnya begitu," imbuhnya.

Pagi pukul 07.35 WIB terjadi ledakan bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo. Informasi yang diperoleh KBR menyebutkan pelaku mencoba memasuki Mapolresta Surakarta dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat dihentikan oleh Provos, namun pengendara menyerobot masuk melalui penjagaan.

Tepat di depan bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), terdengar suara ledakan keras dari arah pelaku.

Editor: Agus Luqman
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Problematika Bantuan Sosial BBM

Most Popular / Trending