PAN Bantah Adanya Praktek Mahar Politik

Partainya telah memeriksa latar belakang Jimmy yang dinilai memenuhi segala kriteria sebagai calon kepala daerah

BERITA | NASIONAL

Kamis, 30 Jul 2015 13:08 WIB

Author

Iriene Natalia

PAN Bantah Adanya Praktek Mahar Politik

Sekjen Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membantah adanya mahar politik dari bekas narapidana kasus korupsi, Jimmy Rimba Rogi untuk maju di pemilihan walikota dan wakil walikota Manado, Sulawesi Utara.

Sekjen PAN, Eddy Soeparno menegaskan, partainya telah memeriksa latar belakang Jimmy yang dinilai memenuhi segala kriteria sebagai calon kepala daerah. Selain itu, Jimmy juga bersedia membuat pernyataan publik terkait statusnya.

"Dari awal sudah dikatakan Ketua Umum kami, tidak ada mahar politik dalam pilkada kami. Kalau kota manado terus terang tidak banyak yang mendaftar dan tidak banyak yang memiliki elektabilitas. Bagaimanapun juga kita kan memilih calon kepala daerah yang kita ingin menang di daerah tersebut dan mampu mengusung program-program yang menjadi aspirasi warga dan yang juga aspirasi PAN sehingga beliau (Jimmy) yang kami pilih. Kepemimpinannya, visinya, dari komitmennya membangun kota dan dari semua aspek dan kriteria yang telah kami tetapkan."

Sebelumnya, sejumlah indikasi kecurangan dalam pilkada mencuat menjelang pilkada serentak Desember mendatang. Salah satunya adalah pemberian mahar politik kepada parpol pengusung. Apalagi, banyak partai politik yang mengusung bekas koruptor untuk menjadi kepala daerah.

Editor: Bambang Hari 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada