Wikileaks Rilis Korupsi Pemimpin Asia, SBY Bantah Terlibat Korupsi

KBR, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah terlibat dalam korupsi multi juta dolar yang dibuat oleh agen dari anak perusahaan RBA Securency dan Note Printing Australia.

NASIONAL

Kamis, 31 Jul 2014 14:23 WIB

Author

Indra Nasution

Wikileaks Rilis Korupsi Pemimpin Asia, SBY Bantah Terlibat Korupsi

wikileaks, korupsi, SBY

KBR, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah terlibat dalam korupsi multi juta dolar yang dibuat oleh agen dari anak perusahaan RBA Securency dan Note Printing Australia. Hal ini menyusul rilis yang dikeluarkan situs antikerahasiaan Wikileaks dan diberitakan oleh Sindonews.com terkait dugaan korupsi para tokoh dan pemimpin di Asia.

SBY memang membenarkan Indonesia pernah mencetak uang di Australia yaitu pecahan Rp. 100 ribu pada tahun 1999 dan menjadi kewenangan Bank Indonesia. Namun SBY mengatakan bahwa pada saat itu dirinya belum menjabat sebagai presiden.

“Namun kita kembali dikejutkan dengan berita yang dikeluarkan Wikileaks dan dilansir oleh Sindonews.com, sayang tidak diklarifikasi dengan saya, bagusnya ada komunikasi sebelum diberitakan. Saya yang diberitakan Sindo dan judulnya seram,  berita seperti ini cepat beredar dan menyangkut kehormatan, harga diri saya dan Ibu Mega. Yang jelas Wikileaks dan Sindo mencemarkan dan merugikan nama baik saya dan ibu Mega dan menimbulkan spekulasi yang tidak baik,” kata SBY di Cikeas.

Sebelumnya Sindonews.com memberitakan rilis dari situs antikerahasiaan WikiLeaks terkait perintah pencegahan pemerintah Australia untuk mengungkap kasus dugaan korupsi para tokoh dan pemimpin Asia. Dari beberapa tokoh itu, nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan bekas Presiden Megawati Soekarnoputri ikut disebut. Menurut dokumen WikiLeaks, ada kasus dugaan korupsi multi juta dolar yang secara eksplisit melibatkan beberapa tokoh dan pemimpin Asia seperti Indonesia, Malaysia dan Vietnam termasuk keluarga dan pejabat senior masing-masing negara tersebut.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.