Polisi: Pengamanan KPU 4 Lapis

Para pendukung capres yang ingin memonitor paling dekat di sekitar Hotel Indonesia atau Bundaran HI.

BERITA

Selasa, 22 Jul 2014 17:38 WIB

Author

Vitri Angreni

Polisi: Pengamanan KPU 4 Lapis

KPU, pilpres, capres, pengumuman, pengamanan

KBR, Jakarta -  Kepolisian Indonesia menyiagakan ribuan personel keamanan di beberapa titik dengan sistem berlapis 4 ring. Sistem pengamanan itu untuk menjaga Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang pengumuman presiden terpilih 2014.

Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Agus Rianto mengatakan para pendukung capres yang ingin memonitor keputusan KPU paling dekat di sekitar Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Berikut perbincangan lengkapnya dalam Program Sarapan Pagi KBR (22/7). 

Sudah ada ribuan aparat yang sudah disiapkan dengan penempatan ring-ring tertentu di dekat Kommisi Pemilihan Umum. Memang informasinya pasti akan turun ya massa dari pendukung capres?

“Pertama kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami seluruh masyarakat Indonesia yang alhamdulillah sampai saat ini kita masih bisa mempertahankan suasana kondusif di seluruh wilayah tanah air. Pemilihan umum merupakan salah satu bagian daripada upaya kita untuk mewujudkan demokrasi yang memang sudah kita tentukan dan ini sudah kita pertaruhkan. Ini juga menjadi bagian daripada pengawasan ataupun dimonitor dunia internasional dan sudah mengakui bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan lancar.”

“Untuk masalah kegiatan saudara-saudara kita yang akan melakukan kegiatan unjuk rasa atau apapun bentuknya hari ini berkaitan dengan rencana KPU mengumumkan hasil rekapitulasi itu sah-sah saja. Karena Undang-undang juga mengatur yang penting adalah tetap menjaga ketertiban, tidak mengganggu ketertiban orang lain. Karena bagaimanapun tidak semua menuju ke wilayah KPU, saudara-saudara kita yang lain juga pada saat yang sama melaksanakan kegiatan yang berbeda tapi jalan yang sama di situ. Kita berharap tidak mengganggu aktivitas yang lainnya. Kita sudah mempersiapkan diri untuk mengatur, mengawal semua kegiatan masyarakat. Termasuk yang utama kita adalah dalam rangka mensukseskan pengumuman rekapitulasi hari ini.”

Akan dikonsentrasikan dimana kalau memang massa pendukung kedua pasang calon ini akan mengarah ke gedung KPU hari ini?

“Pada prinsipnya kita sudah melakukan pembagian. Kita sekat-sekat dalam artian bahwa kita berupaya untuk kegiatan masyarakat yang akan melihat langsung. Dari pihak mana pun kemudian kegiatan yang di KPU sendiri berlangsung aman, tertib, dan lancar itu sudah dilakukan pengaturan. Sehingga nanti yang mendekat ke sekitar wilayah KPU itu memang kita batasi, kita harapkan KPU bisa menjalankan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sehingga tidak terganggu dengan aktivitas yang lainnya. Sementara para pendukung yang ingin memonitor paling dekat di sekitar Hotel Indonesia atau Bundaran HI.” 

Untuk yang di sebelah timur Komisi Pemilihan Umum yang steril dimana?  

“Kita membagi kalau istilah kita itu 4 ring. Pertama itu di KPU sendiri, kedua sekitar halaman, ketiga jalan sepanjang depan KPU, dan juga akses yang mengarah ke KPU. Sehingga pada kesempatan ini juga mungkin Kabid Humas Polda Metro Jaya sudah menginformasikan kepada masyarakat untuk bisa menghindari jalan-jalan terdekat dengan KPU. Karena kemungkinan akan dilakukan pengalihan atau penutupan arus. Karena kita juga memberikan kesempatan kepada teman-teman media untuk bisa meliput kegiatan tersebut sehingga masyarakat tidak perlu turun ke jalan tapi melihat saja di media-media, terutama televisi yang ada untuk bisa memonitor.”

Izin yang masuk untuk pengerahan massa atau penyampaian pendapat hari ini berapa kelompok?

“Ada beberapa. Tapi kita tidak terlalu melihat apakah memang memberitahukan, sebetulnya bagaimanapun Undang-undang mengatur 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat ataupun demonstrasi itu diinformasikan kepada kepolisian dengan tujuan untuk kita bisa membantu kelancaran pelaksanaannya. Namun demikian apabila memang ada teman-teman kami nanti yang secara spontan datang akan kami fasilitasi tapi tentunya kemungkinan besar tidak bisa mendekat gedung KPU. Karena memang kita batasi areal KPU karena kita ketahui bersama KPU sempit kalau misalnya banyak masyarakat. Apalagi nanti di sana terjadi kegiatan-kegiatan orasi tentunya beliau-beliau yang di sana kegiatannya bisa terganggu, tidak terkonsentrasi penuh.”

Instruksi yang sama juga diberikan kepada Kapolda di seluruh wilayah Indonesia?

“Tentunya hari ini secara khusus di Polda Metro Jaya karena memiliki tanggung jawab yang lebih daripada beliau-beliau yang ada di daerah lain. Tapi pada prinsipnya semua lembaga penyelenggara pemilu di seluruh daerah sejak awal kita lakukan pengamanan dan pengawalan. Sehingga alhamdulillah terima kasih kepada saudara kami  yang sudah mampu menciptakan demokrasi yang betul-betul demokrasi yang dewasa sehingga tidak terjadi masalah-masalah mulai dari pileg kemarin sampai dengan pagi ini tidak ada hal-hal yang menonjol yang mengkhawatirkan.”  

Apakah ada pemusatan khusus personel polisi di sejumlah provinsi?

“Tidak ada. Sekarang ini kita fokus hanya di Jakarta karena kegitaan sentralnya di sini, sementara di daerah lain sudah selesai semua. Hanya tadi sudah saya kemukakan bahwa tetap kita lakukan pengamanan dan penjagaan terhadap juga kegiatan-kegiatan yang mungkin juga saudara kita melakukan unjuk rasa tetap kita layani dan berikan pengawalan.”

Gegana juga disiagakan di sekitar gedung KPU, apakah potensi itu ada?

“Itu bagian daripada tim kami. Jadi tim kami dalam artian terutama teman-teman kami dari Brimob, mereka ada satuan yang ada di situ termasuk Gegana. Untuk sterilisasi, penyiapan kemungkinan dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Sekarang apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjadikan suasana kita tidak kondusif. Jadi kami tidak ingin nanti sekecil apapun informasi yang dimiliki oleh teman-teman kami yang ada di sekitar lokasi kegiatan itu bisa secepat mungkin bisa kita lakukan langkah antisipasi sehingga tidak terlalu lama bisa kita sampaikan kepada masyarakat apa yang terjadi.”

Pengumuman rencananya nanti sore, tentu pengalihan jalan akan sampai sore bahkan malam. Informasinya sudah disampaikan?

“Tentunya kita sudah informasikan melalui media-media yang memang banyak dimonitor masyarakat seperti televisi, radio. Bahkan teman-teman kami yang di jalur yang mengarah ke wilayah Diponegoro, Imam Bonjol, HI. Karena kemungkinan kegiatan sentral demonstrasi ada di HI jadi mulai dari Dukuh Atas, Monas kita alihkan. Bagaimanapun kita berupaya masyarakat yang berdemonstrasi bisa terlaksana, karena ini hari kerja tentunya kita sudah mempertimbangkan kegiatan-kegiatan saudara kita lainnya untuk tetap melaksanakan aktivitasnya.”

Ada sejumlah tanda-tanda di pusat pertokoan seperti tanda silang. Sudah diperiksa?

“Sampai saat ini kami belum dapat informasi itu. Kalaupun ada itu tindakan-tindakan atau perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab, sama saja dengan broadcast yang beredar yang menimbulkan resah. Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan situasi-situasi seperti ini, karena itu bisa dibuat oleh siapa saja. Tentunya mereka hanya ingin supaya masyarakat terasa bahwa situasi mencekam padahal tidak sama sekali sampai saat ini. Kita buktikan beberapa waktu yang lalu bahwa pada saat pemungutan suara pilpres akan terjadi hal-hal yang cukup mengagetkan atau konflik ternyata sama sekali tidak ada.”

“Kemudian beberapa hari yang lalu masing-masing dari relawan kedua pasangan sudah menyatakan deklarasi damai. Bagaimanapun kompetisi sudah berakhir kita tinggal menunggu hasilnya, siapapun pemenangnya kita dukung bersama. Kemudian dilanjutkan juga bapak presiden sudah bertemu dengan masing-masing pasangan calon dan juga sudah menyampaikan apa yang masyarakat kehendaki. Jadi jangan sampai demokrasi yang sudah kita bangun sekian lama ini tercoreng oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sekecil apapun informasi kami harapkan masyarakat bisa menyampaikan kepada kami.”

(Baca juga: KPU Umumkan Pemenang Pilpres, Waspadai Penumpukan Massa)    





Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar