Minim Sosialisasi, Kaum Difabel Sulit Mencoblos di Pilpres

Komunitas penyandang berkebutuhan khusus atau difabel di Bondowoso, Jawa Timur, terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

BERITA

Kamis, 03 Jul 2014 14:10 WIB

Author

Friska Kalia

Minim Sosialisasi, Kaum Difabel Sulit Mencoblos di Pilpres

Sosialisasi, Kaum Difabel, Pilpres

KBR, Bondowoso - Komunitas penyandang berkebutuhan khusus atau difabel di Bondowoso, Jawa Timur, terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

Pembina Komunitas Penyandang Disabilitas Bondowoso, Didik Rasidi mengatakan, hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dari KPU setempat. Bahkan, pada Pileg lalu, mayoritas warga difabel tidak datang ke TPS.
 
“Belum ada sosialisasi dari KPU Bondowoso. Fasilitas untuk difabel di TPS juga tidak ada. 80 persen penyandang disabilitas bahkan mungkin tidak mencoblos,” kata Didik Rasidi saat ditemui KBR, Kamis (3/7).
 
Menurutnya, selain karena tidak adanya sosialisasi, tidak adanya TPS yang ramah terhadap penyandang disabilitas, juga menjadi kesulitan tersendiri. Padahal, berdasarkan data BPS ada  ribuan penyandang disabilitas di Bondowoso, dan hampir 90 persen memiliki hak pilih pada Pemilu mendatang.
 
KPU Bondowoso sendiri telah menyiapkan sebanyak 1.960 template khusus penyandang tunanetra yang akan disebar di 1.960 tempat pemungutan suara. Meski begitu, Didik mengaku template tersebut tidak banyak membantu.
 
“Komunitas kami tidak hanya penyandang tunanetra, ada tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan sebagainya. Faktanya di lapangan untuk mencoblos mereka kesulitan,” imbuhnya.
 
Hingga seminggu jelang Pemilu Presiden, KPU Bondowoso belum melakukan sosialisasi untuk kaum disabilitas. Didik bahkan sudah tidak mengharapkan ada sosialisasi mengingat minimnya waktu yang ada. Pihaknya hanya berharap, siapapun presiden yang akan menjabat lima tahun ke depan, akan lebih memperhatikan kaum disabilitas di seluruh Indonesia.

Editor: Anto Sidharta

Baca lagi:

Komunitas Disabilitas Tuntut Timses Prabowo Minta Maaf

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18