Jelang Hari H Pilpres, Polisi NTT Cegah Mobilisasi Warga Timor Leste

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi adanya mobilisasi warga Timor Leste untuk mengikuti Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Karenanya, Kepolisian menerjunkan ratusan anggota polisi ke perbatasan Indonesia-Timor Leste.

BERITA

Selasa, 01 Jul 2014 10:47 WIB

Author

Silver Sega

Jelang Hari H Pilpres, Polisi NTT Cegah Mobilisasi Warga Timor Leste

Hari H Pilpres, Polisi NTT, Mobilisasi Warga Timor Leste

KBR, Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi adanya mobilisasi warga Timor Leste untuk mengikuti Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Karenanya, Kepolisian menerjunkan ratusan anggota polisi ke perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah NTT, Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana, ratusan anggota polisi itu akan membantu tugas polisi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Hingga kini, kata Ketut, polisi di dua kabupaten perbatasan itu terus berpatroli mencegah masuknya warga Timor Leste.

"Mencegah mobilisasi masa yang ilegal. Kalau yang sah, legal mempunyai hak untuk melakukan voting atau pemilihan itu difasilitasi. Tapi bagi yang tidak, itu dicegah dengan patroli, dengan pamtas (Pengamanan Perbatasan, red.), kemudian Kodim, kemudian brimob kita ada disitu juga,” ujar Untung Yoga Ana di Kupang.

Menurut Untung, selain menjaga perbatasan, polisi yang dikirimkan ditugaskan untuk menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah perbatasan.

“Jumlahnya kapolres yang ngatur. Tapi kita stand baik, paling tidak ada detasemen Brimob, kemudian nanti ada BKO (bawah kendali operasi , red.) dari sini untuk di TPS-TPS nya, paling tidak, dari sini juga ratusan yang ke Belu," tambah Untung. 

Kapolda Untung Yoga Ana menambahkan, ratusan anggota polisi dari Polda NTT akan diberangkatkan mulai 4 Juli mendatang. Sebelumnya, Komandan Korem Kupang Achmad Juliarto mengatakan akan menutup pintu perbatasan jelang hari H Pilpres bila situasinya tidak aman. Sementara pada 9 Juli, perbatasan akan ditutup total.

Editor: Anto Sidharta

Baca lagi:

Ajakan Perdamaian Gubernur NTT Jelang Hari H Pilpres 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10