H-6 Pencoblosan, Sejumlah Kabupaten di Papua Masih Kurang Surat Suara

Sejumlah KPU kabupaten di Papua hingga kini masih kekurangan surat suara Pilpres 2014. KPU itu diantaranya KPU Mamberamo Raya yang masih kekuranagan 600 lembar surat suara karena rusak. Selain Mamberamo, kekurangan juga dialami KPU Kabupaten Nabire, Pegun

BERITA

Kamis, 03 Jul 2014 11:01 WIB

Author

Katharina Lita

H-6 Pencoblosan, Sejumlah Kabupaten di Papua Masih Kurang Surat Suara

H-6 Pencoblosan, Papua, Surat Suara

KBR, Jayapura-  Sejumlah KPU kabupaten di Papua hingga kini masih kekurangan surat suara Pilpres 2014. KPU itu diantaranya KPU Mamberamo Raya yang masih kekurangan 600 lembar surat suara karena rusak. Selain Mamberamo, kekurangan juga dialami KPU Kabupaten Nabire, Pegunungan Bintang dan Puncak. (Baca: KPU Trenggalek Kekurangan Puluhan Ribu Surat Suara Pilpres)

Menurut Ketua KPU Papua, Adam Arisoi, KPU kabupaten tersebut telah mengirimkan surat ke KPU Pusat untuk meminta tambahan surat suara. Ia berharap, kekurangan surat suara bisa segera dikirimkan ke KPU kabupaten tersebut.

Saat ini, kata Adam, seluruh KPU kabupaten/kota telah menerima logistik Pilpres dan pelipatan surat suara masih terus dilakukan. “Ada kemungkinan kerusakan surat suara dan formulir lainnya yang rusak dapat bertambah,” kata Adam.

Sementara, terkait distribusi logistik, Adam mengaku terbantu dengan adanya bantuan helikopter dari Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua.

“KPU ada punya biaya pengiriman, ya kita bayar saja to bayar helinya Pangdam, tuh kan transportasi yang harus dibayar agar semua titik-titik bisa didistribusikan,” katanya.

Khusus untuk pendistribusian logistik ke Yahukimo, pihaknya telah mengirimkan tiga orang staf KPU Papua untuk mengawal langsung proses distribusi ini. Ini dilakukan agar tidak ada lagi  keterlambatan seperti saat pemilu legislatig lalu.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14