Franz Magnis: Kampanye Hitam itu Mengancam Demokrasi Kita

Mengaku heran mengapa kampanye hitam dibiarkan terjadi

BERITA

Jumat, 04 Jul 2014 10:03 WIB

Author

Bambang Hari

Franz Magnis: Kampanye Hitam itu Mengancam Demokrasi Kita

Franz Magnis Suseno, Prabowo, kampanye hitam

KBR, Jakarta – Kampanye Pemilu Presiden akan berakhir pada Sabtu (5/7) besok. Selanjutnya akan masuk ke masa tenang sampai hari pencoblosan di Rabu, 9 Juli. 


Banyak yang menyebut masa kampanye di Pemilu Presiden kali ini adalah yang paling bobrok, di antaranya karena ada begitu banyak kampanye hitam. Program pemantau pemilu Mata Massa mencatat pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla paling banyak jadi sasaran kampanye hitam. Sebanyak 90 persen bahkan berbau SARA. 


Rohaniawan Katolik Franz Magnis Suseno sempat mengirimkan surat terbuka, menyampaikan kekhawatiran dan kegelisahannya seputar Pemilu Presiden kali ini. Di surat itu bahkan dia tegas terbuka menyatakan pilihan politiknya. (Baca: Surat Franz Magnis untuk Prabowo


Apa pendapat Romo Magnis soal kampanye Pemilu Presiden kali ini? Soal ada banyaknya kampanye hitam? 


“Saya yakin terutama dengan kampanye hitam. Jadi dengan segala macam fitnah, SARA, begitu juga dengan sikap-sikap fanatik. Harusnya kita tahu bahwa dua kandidat itu entah mana yang kita pilih dua-duanya ya artinya yang menang harus diterima.” 


Menurut Anda apa yang menyebabkan terjadinya hal-hal semacam ini?


“Itu tentu sangat spekulatif. Tetapi tentu ada siapa-siapa yang merasa punya taruhan besar dalam hasil pemilihan presiden ini, mungkin juga ada yang sudah banyak mengeluarkan uang. Kalau orangnya tidak menang mereka kehilangan uang itu jadi saya kira black campaign itu juga ada kaitan money politic negara ini. Menunjukkan kekurangan dalam sikap demokratis yang sebenarnya dimana segalak kontestasi dan saingan itu selalu atas dasar kesepakatan demokratis negara kita, kesepakatan Pancasila yang juga berarti pada prinsipnya bersedia kalah.” 


Ada banyak kampanye hitam dimana-mana, termasuk di televisi. Menurut Anda siapa yang salah dengan hal-hal semacam ini? 


“Yang salah tentu yang melakukan kampanye itu. Sebetulnya saya juga mengharapkan bahwa para capres dan cawapres itu dengan jelas menyatakan tidak ada kaitan dengan kampanye hitam, menolak kampanye hitam, dan mengatakan tidak membutuhkan kampanye hitam. Kita semua mengharapkan bahwa siapapun yang menang karena kampanye benar, argumen dengan argumen.” 


Apakah kampanye hitam ini berpotensi timbulkan konflik di tengah masyarakat? 


“Tentu masih terlalu pagi untuk mengatakan bahwa akan ada konflik. Bisa saja siapa yang kalah itu kecewa dan ribut-ribut, belum tentu masyarakat sendiri konflik. Karena masyarakat juga tidak sebodoh itu, mereka tahu money politic itu kotor. Mereka menerima itu entah menjatuhkan pilihannya ke mana, tetapi mereka yang dikasih duit ya tidak rugi kalau yang kasih duit itu menang. Itu agak berbeda dengan orang yang menjadi sumber uang itu.”


“Jadi saya belum yakin akan ada konflik karena itu, semua sudah terlambat sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tinggal beberapa hari. Seharusnya baik Bawaslu maupun pemerintah jauh lebih tegas mengambil tindakan untuk mencegah kampanye yang hitam itu. Jadi yang tentram lihat saja masyarakat sendiri ribut. Kampanye hitam itu mengancam demokrasi kita. Jadi seharusnya itu tidak dibiarkan, terutama pemerintah terlalu pasif membiarkan itu berjalan.” 


Apakah kampanye hitam juga dipicu ketidaktegasan penyelenggara pemilu? 


“Tentu saja kalau kampanye hitam itu ditindak misalnya dilarang, ditangkap dan dengan jelas dikatakan bahwa hal-hal seperti itu tidak boleh dipakai sebagai kampanye ya akan ada perubahan itu semua tidak terjadi. Jadi itu dibiarkan saja berkembang, entah kenapa dan itu tidak begitu baik.”        


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?