Bawaslu NTB Waspadai Politik Uang Saat Masa Tenang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan Lombok akan rawan politik uang pada masa tenang mulai Minggu besok.

BERITA

Sabtu, 05 Jul 2014 15:16 WIB

Author

Catrina Sinaga

Bawaslu NTB Waspadai Politik Uang Saat Masa Tenang

politik uang, masa tenang, bawaslu

KBR, Jakarta- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan Lombok akan rawan politik uang pada masa tenang mulai Minggu besok.

Meski begitu, Ketua Divisi Pengawasan dan Penindakan Bawaslu NTB Bambang Karyono mengatakan, pihaknya baru akan memetakan daerah rawan money politik selama masa tenang. Bawaslu juga mengklaim sudah bekerjasama dengan aparat untuk mencegah praktek politik uang dan manipulasi data pemilih di sejumlah Kabupaten.

“Jangan sampai ada surat suara yang tidak sinkron antara berapa orang pemilih yang hadir di TPS dengan surat suara yang terpakai di TPS tersebut. Kami tidak ingin ada penggelembungan. Kami tidak ingin kemudian ada manipulasi data dan angka. Itu kami fokus mempersiapkan itu disamping kemudian melakukan pemetaan dan penguatan antisipasi terkait dengan adanya isu money politik itu,” kata Komisioner Bawaslu NTB Bambang Karyono saat dihubungi oleh KBR, Sabtu (05/07).

Komisioner Bawaslu NTB Bambang Karyono mengatakan, pihaknya akan mempertajam pengetahuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten/Kota terkait data pemilih.


Bawaslu NTB mengklaim sudah memerintahkan Panwaslu Kabupaten untuk menyosialisasikan potensi pelanggaran pemilu di sekolah sekolah dan posko pengaduan yang ada di Bawaslu NTB. Bawaslu NTB menargetkan persiapan panwaslu rampung Minggu besok. 


Editor: Dimas Rizky


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme