Sidang Tuntutan Australia Atas Perburuan Paus Dimulai

Wacana tuntutan hukum inik sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Tapi baru Rabu pekan lalu sidangnya mulai berjalan.

Kamis, 18 Jul 2013 12:37 WIB

Author

Rizki Triana

Sidang Tuntutan Australia Atas Perburuan Paus Dimulai

Paus, Australia, Jepang, Tuntutan

Sobat Teen, tahukah kamu kalau Jepang adalah negara yang paling gemar memburu ikan paus? Para nelayan Jepang membunuh ikan bertubuh raksasa itu saat sedang melewati Samudra Antartika. Hampir 1000 paus tiap tahun mati ditangan nelayan Jepang. Alasan pembunuhan paus ini kata Jepang adalah untuk kepentingan ilmiah dan budaya. Bukan komersil alias buat dapat untung karena sudah ada larangannya sejak 27 tahun lalu.


Tapi apapun alasan Jepang, enggak semua setuju atas tindakan negara matahari terbit ini.  Salah satu yang enggak setuju adalah negara Australia. Itu sebab mereka mengajukan tuntukan hukum atas aksi perburuan paus ini di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Wacana tuntutan hukum inik sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Tapi baru Rabu pekan lalu sidangnya mulai berjalan.

 
Australia berpendapat, pemburuan paus sudah selayaknya dinyatakan ilegal. Paus adalah salah satu hewan yang dilindungi.
Namun, Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan perburuan itu penting untuk penelitian 'faktor-faktor biologis,' seperti komposisi umur, kematangan seksual dan tingkat kehamilan' ikan paus. Tapi kok, penelitian aja butuh 1000 paus ya Sobat Teen? Mungkin karena jumlah ini pula Australia pun mengatakan bahwa perburuan itu tentu melanggar hukum-hukum internasional, termasuk moratorium global atas penangkapan ikan paus komersial. Perburuan pun dinilai tidak ada hubungannya dengan konservasi kekayaan laut. (BBC,AFP)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8