Samudera Artik Alami Peningkatan Kadar Keasaman

Rabu, 17 Jul 2013 13:40 WIB

Author

Issha Harruma

Samudera Artik Alami Peningkatan Kadar Keasaman

Samudera Artik, Asam, Pemanasan global

Sobat Teen pastinya sudah pada tahu kan sama Samudera Artik? Samudera yang terletak di belahan utara bumi ini mengalami peningkatan kadar keasaman akibat meningkatnya kadar karbondioksida di udara. Para ilmuwan mengatakan, hal ini akan memberikan dampak dan perubahan yang negatif bagi bumi di masa yang akan datang. Keasaman air dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh serta mempengaruhi kinerja tubuh dan reproduksi ikan. Ini tentu berbahaya bagi generasi ikan di masa yang akan datang kan, Sobat Teen!


Kemampuan air dingin yang lebih cepat menyerap karbondioksida-lah yang membuat air jauh lebih asam dibanding udara. Belum lagi, meningkatnya volume air tawar akibat pencairan daratan es yang semakin menambah tingkat keasaman laut. Ini dikarenakan, air tawar tidak terlalu efektif dalam menetralisir efek pengasaman akibat karbondioksida.


Menurut para ilmuwan, permukaan air laut saat ini 30 persen lebih asam dibanding sebelum revolusi industri di akhir tahun 1700an. Jika emisi dihentikan sekarang,  butuh lebih dari puluhan ribu tahun agar lautan kembali seperti sebelum era revolusi industri. Lama banget kan! 


Nah, selain meningkatkan keasaman laut, karbondioksida juga memegang tanggung jawab penuh terhadap pemanasan global loh. Zat yang sebenarnya secara alami sudah ada di atmosfir bumi ini meningkat pesat akibat aktifitas-aktifitas manusia, seperti penggunan bahan bakar minyak, batu bara, dan gas.


Makanya, Sobat Teen, yuk sama-sama berhenti melakukan aktifitas yang dapat memicu pemanasan global! Sobat Teen dapat mulai dari diri sendiri, seperti menggunakan kendaraan umum ketika bepergian. Yuk, selamatkan bumi kita! (gogonews)

Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN