Meski Ditolak, DPR Tetap Loloskan RUU Ormas

Pengesahan ini dilakukan dengan voting atau pengumutan suara.

Kamis, 18 Jul 2013 12:14 WIB

Author

Ade Irmansyah, Yudi Rahman

Meski Ditolak, DPR Tetap Loloskan RUU Ormas

RUU Ormas, DPR, UU

RUU Ormas setelah sempat beberapa kali ditolak dalam sidang Paripurna DPR akhirnya lolos juga. Selasa siang (02/.07), sidang paripurna DPR mengesahkan RUU itu menjadi UU.


Pengesahan ini dilakukan dengan voting atau pengumutan suara. Dari 361 anggota dewan yang hadir dalam rapat, 311 dewan setuju mengesahkan RUU Ormas. Cuma 50 orang saja yang menolak. “Sehingga total dari 361 pengambil keputusan suara ini sesuai dengan daftar kehadiran dan sesuai sudah diteliti oleh pihak kesekjenan. Sodara sekalian apakah ini dapat disetujui RUU Ormas ini? setuju. Baik terima kasih”, seru Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan yang memimpin sidang.


Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan bilang Fraksi yang menerima RUU ini untuk disahkan adalah Fraksi Demokrat, Golkar, PDI-P, PKS, PPP dan Fraksi PKB. Adapun fraksi yang menolak adalah Fraksi PAN, Gerindra sama Hanura.


Biarpun di dalam sidang paripurna yang menolak cuma 50 orang, diluar yang menolak banyak. Diantaranya perwakilan buruh. Mereka demo loh di luar gedung DPR.


Selain buruh, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak RUU Ormas yang terdiri dari berbagai organisasi juga menolak UU ini.  Koalisi Masyarakat Sipil Tolak RUU Ormas menilai Rancangan Undang-Undang Ormas sebagai simbol penindasan kebebasan masyarakat dari pemerintah. Anggota koalisi Pak Alfons Kurnia Palma menilai lewat  Ruu tersebut pemerintah ingin mengendalikan dan mengatur ormas yang merupakan arena kebebasan berkumpul dan bermasyarakat.  “Itu makanya kita menilai bahwa negara sedang menjalankan politik keteraturan dan di situ lebih cenderung melakukan hegemoni kepada rakyat. Ini yang sangat berbahaya, jadi secara watak dan mainstream RUU itu akan melakukan pembatasan-pembatasan kepada masyarakat sipil. Tidak hanya kepada masyarakat sipil tetapi juga pada rakyat secara keseluruhan. Contohnya begini dengan definisi ormas yang begitu jelas itu mengakibatkan bahwa orang yang berkumpul walaupun itu hanya tiga orang, itu dianggap sebagai ancaman, itu paradigm yang salah,” jelas Pak Alfons.


 Makanya anggota Koalisi Masyarakat Sipil Tolak RUU Ormas Alfons Kurnia bilang mereka bakal mengajukan uji materi UU Ormas ini ke Mahkamah Konstitusi. (KBR68H)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?