Merokok? Apanya yang Keren!

Rokok merupakan salah satu penyumbang angka kematian terbesar di dunia. Sayangnya, meskipun sudah banyak yang mengetahui fakta ini, masih banyak sobat teen yang tetap mengkonsumsi rokok.

Kamis, 25 Jul 2013 14:26 WIB

Author

Evilin Falanta

Merokok? Apanya yang Keren!

Fuad Baradja, merokok, kecanduan, remaja

Rokok merupakan salah satu penyumbang angka kematian terbesar di dunia. Sayangnya, meskipun sudah banyak yang mengetahui fakta ini, masih banyak sobat teen yang tetap mengkonsumsi rokok. Rata-rata mulai dari coba-coba atau ingin dianggap keren. Keren? Enggak banget deh! Itu kata salah satu aktivis penanggulangan rokok, Om Fuad Baradja. Kalau merasa kenal dengan namanya jangan heran, Om Fuad adalah salah satu pemain dalam sinetron Jin dan Jun yang dulu booming banget. Untuk mengetahui betapa enggak kerennya rokok, yuk simak perbincangan Kak Evi dengan, Om Fuad Baradja dalam Bincang Kita

Bisa jelasin enggak bahaya rokok bagi anak muda itu seperti apa, Om?
Merokok itu bukan kebiasaan ya. Kalo kebiasaan itu mudah diubah. Kalo merokok, orang yang sudah kena kanker pun masih bisa merokok. Kenapa tengah malam buta dia merokok juga. Jadi rokok bukan untuk bergaya. Tapi karena dia sudah teradiksi. Awalnya mungkin memang terpengaruh teman, iklan, lingkungan, tapi begitu dia kecanduan, jangan kan manusia, monyet saja bisa kecanduan.

Caranya biar anak muda enggak terpengaruh lingkungan bagaimana Om?
Hari gini masih merokok? Apa kata dunia! Itu merupakan stigma yang dihasilkan oleh iklan-iklan rokok. Apanya yang keren. Rokok itu bikin bibir hitam, badan bau, gigi jelek, kulit cepat keriput. Apanya yang keren coba! Orang moderen itu enggak ngerokok. Merokok itu jadul banget. Di negara-negara lain sudah eggak ada yang seperti ini. 70 ribu literatur ilmiah membuktikan bahwa merokok itu membahayakan kesehatan. Jadi kalau masih merokok, haloo hari gini!

Apa sih Om, yang harus ditanamkan sejak dini pada diri anak muda agar menjauhi rokok?
Informasi secara umum. Di media juga masih kurang sekali. Tapi di media sosial sudah banyak sekali informasi. Buku-buku tentang bahaya rokok juga banyak sekali. Terkait minimnya informasi, masyarakat juga bisa membantu menyelamatkan anak muda dari bahaya rokok. Kalau anda punya akses internet, sebarkan informasi. Buat orang tua yg merokok, berhenti merokok. Kalau belum bisa berhenti minimal jangan merokok di dalam rumah. Karena kalau merokok di dalam rumah di saat yang sama dia merusak kesehatan orang-orang yang dia kasihi. Efek lainnya yaitu peniruan. Hampir semuanya anak-anak balita yang merokok itu orangtuanya juga merokok.

Contoh penyakit yang dapat timbul akibat merokok apa,Om?
Penyakit akibat rokok itu tidak seketika, 20 tahun, 25 tahun. Di dalam rokok itu terkandung banyak sekali zat kimia. Komponen utamanya itu ada nikotin, tar dan karbonmonoksida. Nikotin itu racun yang sangat membunuh dan bersifat adiktif. Tar itu penyebab kanker. Karbon monoksida itu seperti gas yang keluar dari knalpot mobil dan motor. Bahayanya, kalau terhisap terlalu banyak oleh manusia, dia mengurangi kadar oksigen di dalam darah. Karena dia mengikat hemoglobin puluhan kali lebih kuat dari oksigen. Akhirnya oksigennya kalah. Kekurangan oksigen pada otak menyebabkan stroke, kekurangan oksigen pada otot-otot jantung menyebabkan serangan jantung. Dan termasuk penyakit-penyakit yang enggak terpikirkan, misalnya pembusukan kaki. Dari 4000 jenis bahan kimia yang ada di dalam rokok itu, 400nya zat berbahaya dan beracun. Dari situ 46 diantaranya menyebabkan kanker, zat karsigonik penyebab kanker.

Gimana sih, Om, caranya biar anak muda yang sudah tercandu rokok bisa berhenti sedini mungkin?
Syarat utama untuk berhenti itu dia punya keinginan untuk berhenti. Niat itu bisa muncul kalau ada motivasi. Motivasi ini bisa timbul kalo ada informasi.


Fuad Baradja dikenal karena perannya dalam sinetron komedi 'Jin dan Jun'. Awalnya ia perokok berat, tapi berhenti setelah berusia diatas 30 tahun. Ia juga adalah praktisi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), salah satu metode berhenti merokok. Saat ini menjadi anggota Komnas Pengendalian Tembakau, dan pengelola klinik berhenti merokok NEW LIFE.



Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Cek Fakta: Top Five Hoax of The Week

Kabar Baru Jam 17