Listrik Padam Penyebab Napi Lapas Tanjung Gusta Ngamuk

Perkelahian antar narapidana di Lapas Tanjung Gusta memicu kebakaran. Ratusan narapidana kabur, termasuk 15 orang narapidana kasus terorisme. Apa yang sebenarnya terjadi? Juru Bicara Ditjen Pemasyarakatan, Kemhukham, Adi Akbar Prabowo menjelaskan dalam pr

BERITA

Jumat, 12 Jul 2013 11:54 WIB

Author

Suryawijayanti

Listrik Padam Penyebab Napi Lapas Tanjung Gusta Ngamuk

kerusuhan, lapas tanjung gusta, medan, listrik padam

KBR68H- Perkelahian antar narapidana di Lapas Tanjung Gusta memicu kebakaran. Ratusan narapidana kabur, termasuk 15 orang narapidana kasus terorisme. Apa yang sebenarnya terjadi? Juru Bicara Ditjen Pemasyarakatan, Kemhukham, Adi Akbar Prabowo menjelaskan dalam program Sarapan Pagi KBR68H.

Sudah ada kepastian berapa jumlah narapidana yang kabur dari aksi kerusuhan yang berlangsung kemarin?

Sebetulnya yang terpenting bagi kami pemulihan dulu. Jadi kami pastikan dulu keadaan aman kondusif, petugas yang sakit kita obati, yang meninggal kita kebumikan secara layak, demikian juga apabila ada penghuni yang sakit ataupun kebetulan luka-luka juga kita obati, kemudian pendekatan-pendekatan secara persuasif. Jadi intinya adalah kita lakukan pemulihan-pemulihan baik pemulihan fisik petugas, penghuni. Supaya mereka juga menerima kondisi seperti ini musibah kita bersama.

Dari lima orang yang tewas itu tiganya adalah petugas ya?

Sekarang sedang dalam proses identifikasi. Saya juga kesulitan info dari sana karena di sana juga listrik mati, handphone juga untuk nge-charge juga sulit sehingga informasi yang kami dapatkan itu ada kasir registrasi bersama staf yang dipastikan petugas, jadi belum jelas tiga lainnya.
    
Upaya pemulihan sampai saat ini sudah sejauh mana dilakukan?

Jadi tadi pagi sekitar jam 6 Dirjen dan tim meluncur ke Medan, pagi ini juga pak menteri dan sekjen meluncur ke Medan. Nanti kita coba evaluasi dulu sejauh mana kerusakan, mungkin nanti ada konferensi pers di sana.

Mengenai narapidana yang masih di dalam Lapas, mereka masih di dalam Lapas atau sudah dipindahkan ke Lapas lain?

Kami belum dapat update-nya ya. Kalau memang mereka sudah tertangkap tentu saja kita pindahkan ke Rutan yang lain, yang jelas kita pindahkan.


Sudah ada kebijakan sementara misalnya untuk mengosongkan Lapas Tanjung Gusta?

Kita lihat dulu sejauh mana kerusakannya. Kalau sementara ini bagian bangunan depan ruangan administrasi yang hangus terbakar. Kalau dulu waktu di Bali tidak ada kerusakan apapun, masih bisa dipakai.

Ruang administrasi sampai ke blok itu jaraknya cukup jauh?

Cukup jauh. Mudah-mudahan tidak rusak, karena itu tempat tinggal mereka juga di sana, kalau mereka rusak mereka rugi sendiri juga.

Mengenai pemicu apakah hanya karena padamnya listrik dan air?

Saat sebelum kejadian itu memang jumlah penghuni Lapas Tanjung Gusta itu berdasarkan data ada 2.600 sementara kapasitas hunian hanya 1.054. Tentu saja kondisi ini berdampak pula pada yang lain seperti pemenuhan kebutuhan air, kebutuhan istirahat, perlengkapan tentu saja berpengaruh. Memang sejak Kamis subuh listrik sudah padam, sehingga kebutuhan air yang cukup besar ini tidak terpenuhi. Memang ada genset di sana tapi tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan penghuni, kemudian koordinasi dengan PLN supaya kebutuhan air itu terpenuhi. Nampaknya selama proses perbaikan sampai siang tidak memenuhi harapan mereka.
 
Kabarnya juga ini merupakan dampak kekecewaan karena pemberlakuan PP soal pengetatan remisi. Benar begitu?

Kami dengar informasi seperti itu tapi kita belum spesifik ke arah sana. Tapi secara umum saat ini penyebabnya adalah over kapasitas dan kebutuhan air maupun listrik yang tidak terpenuhi sehingga mereka melakukan provokasi. Perlu diketahui semua bahwa pada saat orang terprovokasi dengan kondisi yang sudah sedemikian rupa, maka orang yang tidak punya niat untuk melakukan perusakan atau perlawanan jadi mereka kadang-kadang terbawa emosi juga. Dari akibat saling mempengaruhi jadilah kejadian itu.

Solusi dari over kapasitas ini apa?

Sebetulnya kita sudah melakukan beberapa langkah. Diantaranya adalah melalui pengusulan pembebasan bersyarat melalui online, walaupun masih dalam tahap upgrade mencoba mempercepat proses melalui online. Kemudian juga kita memindahkan narapidana dari tempat yang padat ke tempat yang agak berkurang. Ada juga program-program seperti cuti bersyarat, cuti menjelang bebas.

Di Sumatera Utara tidak ada penambahan Lapas baru?

Sebetulnya Lapas narkotik termasuk baru di sana. Tapi tingkat kejahatan lebih cepat daripada jumlah fasilitas baru, apalagi trennya sudah sedemikian rupa jadi kondisi semakin over kapasitas. Rata-rata terjadi di beberapa wilayah dan data yang ada pada kami dari 33 wilayah itu hanya 8 provinsi yang tidak over kapasitas. Tapi bukan berarti 8 provinsi itu tidak ada yang over kapasitas, ada yang over kapasitas terutama di kota-kota besarnya.    
  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kesepakatan Batas Usia Perkawinan

Newsbeat

Kabar Baru Jam 8