Kementan: Daerah Harus Bisa Menangani Dampak dari Kemarau Basah

KBR68H, Jakarta - Para petani merasa kebingungan soal strategi pola tanam mengingat kemarau basah yang terjadi saat ini.

BERITA

Senin, 01 Jul 2013 10:44 WIB

Author

Doddy Rosadi

Kementan: Daerah Harus Bisa Menangani Dampak dari Kemarau Basah

kemarau basah, petani, panen, penanganan, anisipasi daerah

KBR68H, Jakarta - Para petani merasa kebingungan soal strategi pola tanam mengingat kemarau basah yang terjadi saat ini. Ketua Asosiasi Petani Beras Indonesia Nuril Arifin mengatakan kebingungan disebabkan karena Kementerian Pertanian tak memberikan informasi dan sosialisasi yang cukup. Kata Nuril, kondisi tersebut membuat petani ragu untuk mulai menanam, padahal biasanya pada bulan ini petani sudah menanam tanaman palawija karena sudah masuk musim kemarau. Bagaimana sebenarnya sosialisasi yang dilakukan Kementerian Pertanian kepada petani terkait musim kemarau basah ini? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Novri Lifinus dengan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Erma Budiyanto dalam program Sarapan Pagi.

Sudah ada datanya daerah-daerah mungkin yang menurut Kementan perlu diwaspadai akan adanya kemarau basah?

Jadi kami dari Kementerian Pertanian sudah menyurati kira-kira dua minggu lalu kepada seluruh gubernur di Indonesia tentang adanya perubahan iklim yaitu kemarau basah. Di suratnya kami jelaskan bahwa agar daerah mengambil antisipasi langkah-langkah untuk penanganan ini walaupun tidak seluruhnya daerah itu akan mengalami basah. Karena di Jawa saja ada 150 jumlah curah hujan, pada umumnya lebih basah sehingga harus mengambil langkah-langkah. Kami punya program swasembada kedelai kemungkinan akan terganggu tapi saya kira nanti lihat daerah-daerah tadah hujan atau lahan kering yang masih bisa kita untuk menanam kedelai, kalau di sawah jangan dulu.

Sampai kapan akan dipantau?

Akan kita pantau terus, juga ada data serangan hama mingguan kami kirim melalui ethernet kita pantau terus. Karena kami punya petugas yang ada di kecamatan, jadi kita pantau perkembangannya setiap minggu mengenai serangan hama dan penyakit.

Kalau dilihat hasil panennya apakah terjadi penurunan?

Belum. Ini baru memasuki musim kemarau ya, masih belum kelihatan.
 
Perkiraannya akan menurun?

Iya tapi beberapa hama mengalami peningkatan misalnya tikus. Kita lihat pengalaman tahun 2010, nanti kalau di sawah pola tanamnya padi-padi-padi terus menerus ini tersedia makanan bagi hama-hama seperti wereng, blas, penggerek batang padi, tikus itu akan meningkat di tahun 2013 ini. Oleh karena itu kami ambil langkah-langkah untuk mengamati, kemudian ada kebijakan kami di lapangan namanya Spot Stop itu apabila terjadi spot segera dilakukan pengendalian. Karena betul-betul kita perang dengan hama, kami sudah menyediakan seluruh peluru segala macam di lapangan apabila terjadi spot akan kasih bendera oleh petugas warnanya merah supaya tidak cepat menyebar ke daerah lain.

Untuk musim kemarau basah ini organisme pengganggu tanaman apa saja biasanya yang ditemukan?

Yang sudah kami ramalkan akan terjadi peningkatan serangan tikus, wereng batang coklat, penggerek batang padi, kresek, dan tungro.
Disebutkan juga petani banyak yang belum dapat sosialisasi terkait hal ini.

Artinya tanggung jawab dinas pertanian setempat?

Iya semuanya tanggung jawab dinas pertanian, kalau di areal kabupaten ya dinas pertanian kabupaten. Kalau kabupaten beberapa mengalami ini provinsi akan memantau, kalau provinsi tidak bisa menangani dengan baik ya tentunya pusat membantu. 
       

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!