I-Car Robot Buatan Anak Muda Indonesia

Kamis, 18 Jul 2013 18:33 WIB

Author

Nurika Manan

I-Car Robot Buatan Anak Muda Indonesia

I-Car, Robot, Yohanes Kurnia

KBR68H-Sobat Teen yang suka robot, pasti akrab dong ya sama robot-robot di toko mainan. Hmmm, pada sadar enggak ya, kalau kebanyakan robot itu buatan China, Amerika atau negara Eropa lainnya. Belum ada tuh yang buatan negeri sendiri! Eitss, tapi jangan khawatir, sekarang kita sudah punya robot asli bikinan Indonesia. Robot Indonesia pastinyaa lebih yahud. Bukan hanya yahud, tapi enggak kalah sama produk luar. Namanya I-car, robot ini seperti mainan Tamiya gitu. Penasaran? Apa sih kelebihannya? Kita simak yuk obrolan Reporter Teen Voice Melody Yusuf dengan pembuat robot Indonesia I-car, Kak Yohanes Kurnia di Bincang Kita.

I-car ini apa sih?

Jadi I-car ini produk robot milik bangsa Indonesia, satu-satunya diproduksi massal bagi anak bangsa sehingga mereka bisa belajar robot dengan lebih mudah. Karena selama ini kita selalu beli robot dari luar negeri. Satu-satunya robot yang diproduksi ini sebenarnya sudah jalan dari setahun yang lalu. Kita keliling lima kota besar dan ratusan sekolah. Jadi kita mengajak mereka untuk belajar tentang robotik dengan produk ini dan ini benar-benar buatan Indonesia.

Apa yang membuat I-car berbeda dengan produk sejenis yang asalnya dari luar negeri?


I-car bisa dikembangkan sampai sepuluh level. Bayangkan kalau kita membeli sebuah produk lalu mereka terbatas pengembangannya, hanya terbatas di penggunaan saat itu. Tetapi dengan I-car ini mereka bisa mengembangkannya dari level 1 sampai level 10 hanya dengan menambahkan sedikit spare-part saja. Jadi ibaratnya kita membeli sesuatu lalu kita bisa berkembang lebih besar lagi. Icar begitu spesial karena mereka bergabung dalam komunitas yang besar seperti ini.  I-car juga bergabung dalam kompetisi yang gratis untuk anak-anak. Ada kursus gratis juga, pokoknya semuanya gratis.

Berarti Kakak ini salah satu pencipta I-car juga?

Iya. I-car diciptakan oleh saya di bawah PT SARI (Solution to Artificial Robot Intelligence) Teknologi atau Sekolah Robot  Indonesia. Nah awal mulanya muncul karena berpikir selama ini kalau melihat di Toy City, Toy Kingdom dan di beberapa tempat, kita jenuh sekali. Kejenuhan ini terjadi karena mainan-mainan dipenuhi mainan China, Amerika dan Eropa. Mainan Indonesia cuma terbatas blok, kayu, enggak ada yang elektronik. Kemudian tercetus, bagaimana kita menciptakan sebuah tren, untuk mengubah semua, kita dobrak semuanya.  Memang sulit, tapi kita sudah buktikan, betapa banyak anak-anak mulai bergabung. Di kemudian hari kita akan melihat tren baru. Perlombaannya bukan lagi Tamiya, tapi I-car.

Kalau Kakak suka robot sejak kapan?

Saya mencintai robotik sejak tahun 2000. Saya pada awalnya cuma membantu teman saja. Karena saya melihat robotik saat itu belum cukup ramai. Tapi karena salah satu visi adalah soal bagaimana anak Indonesia diajarkan membuat robot, jadi ya seperti itu.

Kakak pertama kali suka robot kenapa?

Di dalam robotic itu banyak sekali ilmu yang dipelajari, ada mekanika, science, programming, bahasa, ada kerjasama kelompok. Trus juga ada rasa menggali diri, dan memacu diri untuk bisa (pressure). Nah yang paling indah dari robotic adalah saat kita membuat robot kemudian gagal, di mana dia harus bangkit dan kembali dari kegagalan. Itu yang bagi kami sulit.

Berbagai tips dong Kakak Untuk anak-anak Indonesia yang mau belajar bikin robot?

Undang kami dari PT I-Car Indonesia, PT Sekolah Robot Indonesia. Undang kami, kami akan datang, karena kami akan membantu melayani, termasuk di sekolah yang enggak mampu. Yang membuat mereka (anak-anak) suka dan tertarik adalah simpel, dari mereka merasakan, mereka mencoba dulu. Nah dari inovasi yang tersalurkan, itu yang akan membuat mereka bangkit. Jadi kalau mereka enggak mencoba, mereka cuma melihat film, yang mereka tahu hanya sebatas robot itu bentuk manusia. Padahal robot itu ada bentuk mobil, helikopter dan lain-lain. Memang anak Indonesia harus dihadapkan dengan yang seperti itu.

Apa harapan kakak terhadap I-car?

Harapan saya ke depan adalah, simpel, kita bisa membawa nama Indonesia sebagai satu-satunya produk yang bisa masuk ke pasar internasional. Karena tidak ada selama ini, yang kita ekspor cuma batik, rotan, tetapi enggak ada mainan yang kita ekspor dan kita punya nama. Kita punya I-car.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat