Hanung Bramantyo: Ide Muncul Jika Kita Berani dan Terbuka

Sebelum membuat film idenya ini penting tidak untuk orang lain. Kalau ini penting buat saya, apakah itu penting juga buat orang lain?

Kamis, 25 Jul 2013 11:17 WIB

Author

Nurika Manan

Hanung Bramantyo: Ide Muncul Jika Kita Berani dan Terbuka

Hanung Bramantyo, film, sutradara, ide, karya

Sobat Teen tertarik dengan dunia perfilman? Kalau iya, bisa belajar nih dari sutradara film terkenal, Kak Hanung Bramantyo. Tahu enggak, membuat film itu enggak semudah kita menontonnya lho! Kita perlu membangun ide-ide yang bernilai, supaya film buatan kita ditonton masyarakat, Sobat Teen. Nah, gimana sih mendapat ide cemerlang menjadi sebuah film yang layak ditonton? Kak Hanung Bramantyo membagi pengalamannya kepada Kak Nurika Manan. Sobat teen, silakan ikut simak dalam Bincang Kita.

Apa yang terlintas di pikiran Kak Hanung saat mau memulai bikin film?
Pertama idenya dulu. Sebelum membuat film idenya ini penting tidak untuk orang lain. Kalau ini penting buat saya, apakah itu penting juga buat orang lain? Nah, dari itu dulu baru kemudian kita bisa beranjak. Kalau misalnya, penting buat orang lain, maka kemudian ide ini pasti ditonton dong karena penting buat orang lain. Nah, gimana cara mengujinya? Ya, kita share. Misal, aku punya ide seperti ini nih, bagaimana yah, menarik enggak? Ooh menarik. Kalau di filmkan bagaimana? Ooh keren. Nah, berarti itu penting buat dia. Sebaiknya, dilakukan dengan tiga sampai lima orang yang berbeda-beda. Jangan hanya orang-orang yang di dekat kita saja, tapi orang-orang yang enggak dekat dengan kita pun diceritain. Itu penting buat menguji, apakah ide kita ini penting untuk orang lain juga.

Menurut Kak Hanung ukuran film itu berhasil apa sih?
Ukuran film itu berhasil ketika kemudian membuat penonton mengalami suatu ekstasi. Film itu kan tujuannya meyakinkan orang, membuat orang percaya bahwa apa yang tergambar di layar itu benar-benar ada, dan penonton mengalami suatu ekstase disitu, ya kan. Baru film itu dianggap berhasil.

Sekarang kan anak muda sudah melek ya, artinya banyak tema-tema mereka yang berani, tapi kadang takut untuk menjadikan itu sebagai sebuah karyanya. Bagaimana sih Kak caranya biar anak muda itu berani dan ini tuh penting buat orang lain tahu?

Ya susah kalau enggak ada keberanian. Syaratnya orang kreatif, itu harus berani mengungkapkan. Kalau tidak berani mengungkapkan dalam komunitas besar atau masyarakat yang besar, ya harus berani mengungkapkan dalam komunitas yang kecil. Awalnya, dari sejak SMA saya adalah orang yang berani mengungkapkan keinginan-keinginan saya. Lebih baik kita mengungkapkan sesuatu tapi salah, daripada kita berlindung dibalik dari kepengecutan hanya karena kita ingin selamat, itu yang salah.

Kalau untuk anak muda yang mau bikin film, apa sih yang harus dilakukan awalnya untuk memunculkan ide itu?
Ide itu muncul karena dia dalam keadaan terbuka, dan berani melakukan apapun, berani mendongkrak sekat-sekat yang ada, menerima informasi apapun dengan kepala yang terbuka. Misalnya, kan ada informasi ada maling di tetangga kamu. Nah, kalau kita tidak terbuka, maka kemudian kita akan bilang "mana malingnya, kita tangkep aja, kita pukulin aja," nah kalau gitu dia sudah melakukan justifikasi dulu. Tetapi, ketika dia terbuka, dia akan bertanya "malingnya seperti apa, kenapa dia maling, apa persoalannya dia maling," itulah yang membuat dia terbuka. Dari situ ide muncul, akhirnya mendapat ide untuk buat film. Begitu lho maksud saya.

Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal