Belajar Tentang Depresi Dari Kevin

Rabu, 17 Jul 2013 13:44 WIB

Author

Vivi Zabkie

Belajar Tentang Depresi Dari Kevin

depresi, TED, Kevin Breel, remaja

Bila Sobat Teen lagi merasa depresi, perlu banget nonton video berikut ini. Kalau Sobat Teen atau tak satupun orang sekitar merasa depresi, juga penting nonton, biasanya banyak yang enggak sadar kalau mereka depresi.


Pada acara TEDxYouth, remaja 19 tahun, Kevin Breel memberanikan diri bercerita soal depresi yang ia alami di depan banyak orang.  Ia memberanikan diri menyatakan ”aku depresi.”


”Depresi itu bukan merasa sedih saat sesuatu yang salah terjadi dalam hidupmu. Depresi yang sesungguhnya adalah merasa sedih ketika semua yang terjadi dalam hidupmu berjalan baik-baik saja. Itu yang saya derita. Saya sejujurnya, sangat sulit bagi saya berdiri dihadapan Anda semua dan bercerita. Tampaknya sulit untuk orang untuk membicarakan soal ini. Sama sulitnya dengan tidak membicarakannya,” kata Kevin.


Lalu ia melanjutkan cerita tentang kebanyakan orang dengan depresi cenderung dijauhi, bukan dibantu. ”Sayangnya kita hidup dalam dunia yang bila tangan kita patah atau luka, semua orang datang membantumu. Tapi bila kamu bilang kamu depresi, semua orang menjauh. Itu stigma. Kita bisa menerima orang yang tubuhnya cedera, sakit. Berbeda dengan orang yang sakit pada pikirannya.


Kevin adalah penulis, komedian dan juga aktivis kesehatan jiwa. 


TEDxYouth adalah forum yang disediakan oleh organisasi nirlaba yang memfasilitasi orang-orang termasuk remaja dan kaum muda untuk bersuara dan diharapkan setelah disebarkan orang akan menjadi terinspirasi


Pidato Kevin benar-benar menyentuh hati deh. Ia menjelaskan bagaimana rasanya menjadi remaja yang mengalami sakit jiwa. Kevin juga berpendapat kebanyakan orang salah menilai tentang masalah kejiwaan yang dialami remaja. Apakah Sobat Teen setuju soal ini? (huffingtonpost)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap