Agus Ringgo Paling Cinta Laut Pulau Komodo

Keindahan alam bawah laut Indonesia membuat Agus Ringgo ketagihan menyelam.

Kamis, 18 Jul 2013 13:23 WIB

Author

Nurika Manan

Agus Ringgo Paling Cinta Laut Pulau Komodo

Agus Ringgo, Diving, Menyelam, Pulau Komodo

Semakin dalam lautan, ternyata semakin indah lhoooo Sobat Teen. Enggak percaya? Kak Ringgo Agus sudah lihat sendiri. Ini pula yang bikin Kak Agus Ringgo ketagihan menyelam nih. Melihat binatang di kedalaman laut yang beragam itu bikin rileks. Hobi menyelam atau diving membuat kakak yang humoris ini menjadi lebih sayang sama laut. Kak Ringgo jadi jatuh cinta sama laut Indonesia.  Kak Ika Manan ngobrol dengan Kak Ringgo soal laut Indonesia dalam Bincang Kita. 


Biasanya kapan sih waktunya diving?
Enggak pasti lah. Biasanya gue pulang kerja diving (menyelam-red).


Apa sih yang asyik dari diving?
Kalau misalnya gue ingin liburan, gue berangkat sendiri untuk diving. Salah satu contohnya yang paling sering, gue berangkat sendiri ke Pulau Bali dan Aceh. Gue berangkat sendiri ke Pulau Weh untuk sekedar diving. Dengan tujuan gue ingin mengagumi laut Indonesia. Rasanya beda, di saat elu mengagumi dan itu akhirnya menjadi relaksasi yang luar biasa buat elu. Gue pun pernah menjadi orang yang tidak pernah merasakan laut dan punya pikiran macam-macam. Dan itu salah. Sampai akhirnya gue merasakan. Dan gue pikir, gue jadi lebih mencintai laut dan hiu sendiri di dalamnya.


Punya pengalaman menarik atau suka dukanya pas diving?
Diver, gue nggak tahu ya nggak bisa ngejawab dukanya sebagai diver, gue belum pernah ketemu sih. Selama ini masih sukanya. Gue mulai diving empat tahun yang lalu dan bahkan sampai sekarang, gue targetnya keliling Indonesia.


Trus,Kak Ringgo kan juga ikutan kampanye anti makan hiu, kenapa tuh tertarik sama kampanye itu?
Kampanye anti hiu dimakan ini, ya gue sebagai diver, gue cinta dengan keadaannya hiu di laut. Dan malah kalau gue diving, ketemu hiu itu menjadi pengalaman diving yang akhirnya pengalaman yang paling bagus. Kalau enggak ketemu hiu itu kadang, biasa gitu. Tapi kalau ketemu hiu, berarti gue sedang berada di laut yang bagus, kaya gitu sih.


Kalau pas ketemu hiu itu ada rasa takut?
Enggak ada. Mungkin orang-orang mikirnya kalau misalnya ketemu hiu, wah ntar hiunya gigit, hiunya galak, sebenarnya enggak kayak gitu. Jadi waktu gue diving pun, itu memandang binatang laut pun jadi beda. Kita jauh lebih menghormati mereka. Dan gue jarang-jarang megang rumahnya mereka, jarang-jarang gue pegang dan sampai ke hiu pun gue seperti itu. Jadi memang di laut itu gue cuma lihat.
Ada satu ular laut yang bahaya banget, 10 kali bisanya bahaya dibanding dengan ular cobra. Tapi pas akhirnya gue ketemu, gue takut ular, tapi waktu itu enggak (menakutkan). Dan ularnya juga cuek, selama elu enggak ganggu mereka. Kecuali elu berenang, hiunya elu ganggu, tapi itu juga jarang terjadi. Karena setahu gue hiu di Indonesia itu cukup aman ya, kalau kita mau ngomongin bahayanya.


Yang belum didatangin mana saja tuh?
Yang belum gue datangin masih banyak, Manado, Alor belum. Terus, masih banyak sih. Tapi dulu, yang gue paling banyak lihat hiu, sampai gue lihat puluhan kali hiu dalam sekali penyelaman gue itu waktu gue ke Kepulauan Komodo. Dan menurut gue, dan menjadi tempat favorit gue untuk diving adalah Kepulauan Komodo.


***


Nama Kak Ringgo Agus Rahman mulai dikenal saat memerankan karakter Agus dalam film JOMBLO. Kakak kelahiran Purwakarta 12 Agustus 1982 ini menjadi penyiar di Radio OZ Bandung. Aktor yang terkenal humoris ini pernah masuk nominasi Pemeran Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2006. Kak Ringgo juga dinobatkan sebagai pendatang baru terbaik di ajang Festival Film Jakarta 2006 dan pendatang baru terfavorit dalam Indonesia Movie Award 2007. Berakting dalam film dan, tidak membuat aktifitas memandu acaranya surut, selain menjadi penyiar Kak Ringgo pun melebarkan sayapnya ke dunia presenter. Wajah Kak Ringgo juga mulai akrab di sejumlah iklan di televise. (Nurika Manan)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17