Tingkat PenularanTinggi, Gugus Covid Jatim Minta Warga Surabaya Disiplin Protokol

"Kalau Jawa Timur RT 0,86 dan Surabaya 1,1 dan Surabaya Raya 1,2 dan pasti menambah minggu depan karena lebih dari satu,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 11 Jun 2020 11:04 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Tingkat PenularanTinggi, Gugus Covid Jatim  Minta Warga Surabaya Disiplin Protokol

Hari pertama transisi normal di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6). (Antara/Didik Suhartono)

KBR, Surabaya-   Koordinator Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan rate of transmission atau tingkat penularan virus Covid-19 di Surabaya masih tinggi, mencapai 1,1.  Menurut dia, angka rate transmission itu lebih tinggi dari wilayah Jatim yang sudah menurun menjadi 0,86. 

Dengan kondisi tersebut, kata Joni, laju penambahan penularan kasus baru pada minggu depan masih akan terus terjadi.

"Kalau Jawa Timur RT 0,86 dan Surabaya 1,1 dan Surabaya Raya 1,2 dan pasti menambah minggu depan karena lebih dari satu," katanya pada Rabu (10/6/2020) malam.

Kata Joni, attack rate warga yang terkonfirmasi positif per seratus ribu penduduk di Surabaya juga sangat besar yaitu 107,6 persen. Sedangkan di Surabaya Raya mencapai 68,9 persen. Sedangkan, attack race di Jatim jauh di bawah Surabaya dan Surabaya Raya, hanya sebesar 14,57 persen.

Selain itu, kata Joni, pertambahan kasus Covid-19 di Surabaya juga  paling banyak mencapai 59,8 persen. Sedangkan, untuk Jatim pertambahan pasien Covid-19 baru mencapai 49,6 persen per pekan. 

Joni berharap masyarakat di Surabaya meningkatkan disiplin dan benar-benar menjaga ketat protokol kesehatan, supaya angka penularan Covid-19 bisa segera ditekan.

Sementara itu, pada hari rabu (10/6/2020), ada 304 kasus baru positif Covid-19 di Jatim. Dari jumlah itu, sebanyak 188 orang berasal dari Surabaya. Sedangkan, Sidoarjo sebanyak 24 orang dan Gresik 9 orang. 

Sedangkan total pasien yang sembuh sebanyak 112 orang dan meninggal 23 orang. 

Sebelumnya Ahli epidemiologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Panji Fortuna Hadisoemarto heran dengan keputusan kepala daerah di Jawa Timur  yang ingin mengakhiri masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat kasus Covid-19 tengah melonjak. Provinsi Jawa Timur saat ini menjadi daerah terbanyak kedua kasus Covid-19 di bawah  DKI Jakarta. Untuk Jawa Timur, sebaran terbanyak berada di area Surabaya dan Sidoarjo.

"Saya pun mempunyai pertanyaan yang sama dan itu membuat saya sendiri kebingungan. Kenapa Pemerintah Daerah Surabaya menginginkan PSBB diakhiri gitu," kata Panji saat dihubungi KBR, Senin (8/6/2020).

"Soalnya saya juga bingung kenapa Bu Risma minta PSBB dihentikan ya, saya sendiri gak tahu alasannya apa," tambahnya.

Menurut Panji, harusnya PSBB di Surabaya diteruskan karena tren laporan kasus Covid-19 harian terus meningkat. Dalam kondisi kasus makin banyak, idealnya pembatasan harusnya malah ditingkatkan dan diketatkan.

Baca juga: Kenormalan Baru antara Kesehatan vs Ekonomi 

"Iya kalau lagi naik-naiknya begini, lagi sangat kritis-kritisnya mestinya ditingkatkan ya," ujarnya.

PSBB di Surabaya Raya berakhir pada Senin (8/06). Ini adalah PSBB fase ketiga sejak kali pertama ditetapkan pada 29 April lalu. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi