Terdampar di Aceh, Warga Paksa Tarik Kapal Berisi Sekitar 100 Pengungsi Rohingya Mendarat

"Masyarakat yang menarik. Padahal kami sudah kasih pemahaman, memang benar ini soal kemanusian, lagian kan kita juga sudah drop kebutuhan logistik mereka"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 26 Jun 2020 00:38 WIB

Author

Alfath Asmunda

Terdampar di Aceh, Warga Paksa Tarik Kapal Berisi Sekitar 100 Pengungsi Rohingya Mendarat

Warga membawa hampir seratus pengungsi Rohingnya ke pantai, Kamis (25/06). (Foto: Ist)

KBR, Banda Aceh– Nelayan di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara dan sekitarnya, geram dengan tindakan pemerintah setempat yang mengabaikan pengungsi Rohingya terkatung-katung di lautan.  Warga akhirnya memutuskan untuk menggunakan boat mereka dan menarik puluhan imigran Rohingya ke tepi Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu. 

Mereka menarik kapal yang ditumpangi 94 pengungsi Rohingya yang di dalamnya juga terdapat 30 anak-anak itu dengan menggunakan boat mesin yang dipakai untuk melaut sehari-hari. 

Kapolres Kota Lhokseumawe, Eko Hartanto mengatakan tim gabungan penanganan pengungsi Rohingya di sana sempat menahan supaya masyarakat tidak menjemput. Akan tetapi masyarakat tidak menggubrisnya. kapal pengungsi Rohingya itu lantas ditarik  ke pantai. 

“Masyarakat yang menarik. Padahal kami sudah kasih pemahaman, memang benar ini soal kemanusian, lagian kan kita juga sudah drop kebutuhan logistik mereka dan kesehatannya kita cek juga. kita memiliki juga lah rasa kemanusian,” kata Eko Hartanto dikonfirmasi KBR, Kamis (25/6/2020).

Baca: -Terdampar di Aceh, Kapal Berisi Sekitar 100 Pengungsi Rohingya akan Didorong ke Laut   

Hingga saat ini, kata  Eko, belum ada kepastian pengungsi Rohingya itu akan ditempatkan. Forkopimda Aceh Utara dan Lhokseumawe masih menggelar rapat untuk menentukan nasib 94 orang Rohingya tersebut.

“Saat ini mereka ada di pondok-pondok warga di sana. kita sudah bikin garis pembatas jangan sampai warga terlalu dekat. Ini akan kita perlakukan protokol kesehatanlah. Takut juga kan kita. Betul memang ini soal [menyelamatkan] mereka adalah kemanusian, tapi kan kita sayang juga dengan masyarakat kita. Siapa tahu kan etnis rohingya itu terindikasi Covid-19? Kita nggak tahu juga kan,” dalihnya. 

Informasi yang dihimpun reporter KBR, para pengungsi Rohingya tersebut saat ini ditampung di bekas kantor imigrasi Lhokseumawe.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Kabar Baru Jam 8