Riset Vaksin Covid-19, Inggris Siap Uji Coba Massal

Kandidat vaksin Covid-19 buatan University of Oxford dan AstraZeneca sudah memasuki Uji Klinis Fase 2b/3, fase tertinggi di antara seluruh kandidat lainnya.

BERITA | INTERNASIONAL

Senin, 08 Jun 2020 14:11 WIB

Author

Adi Ahdiat

Riset Vaksin Covid-19, Inggris Siap Uji Coba Massal

Pasangan lansia pasien Covid-19 mengikuti uji coba obat baru peningkat imunitas tubuh di rumah sakit di Cambridge, Inggris (21/5/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - Organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan sampai awal Juni 2020 sudah ada lebih dari 100 kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan di seluruh dunia. Namun, baru ada 10 kandidat vaksin yang sudah masuk tahap uji klinis atau uji coba manusia.

Dari semua kandidat yang ada, saat ini vaksin dengan tingkat progres tertinggi adalah vaksin ChAdOx1 yang dikembangkan University of Oxford bersama AstraZeneca, perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Inggris.

Vaksin ChAdOx1 sudah memasuki uji klinis fase 2b/3. Artinya, uji cobanya sudah bisa dilakukan untuk populasi manusia berskala besar. Uji coba dalam fase ini bertujuan memastikan keamanan vaksin serta menentukan dosis yang diperlukan untuk menangkal virus penyebab Covid-19.

Menurut laporan resminya, di fase ini ChAdOx1 akan diujicobakan ke sekitar 10.000 orang sehat di Inggris dalam periode waktu 1 tahun ke depan. Subjek penelitiannya terdiri dari berbagai kelompok usia, yakni:

  • Anak-anak: di bawah 18 tahun
  • Dewasa: 18-64 tahun
  • Lansia: di atas 64 tahun 

Menurut laporan jurnal penelitian medis The Lancet (6/6/2020), vaksin ChAdOx1 nanti bakal diujicobakan juga kepada sekitar 30.000 orang di Amerika Serikat pada periode Desember 2020-Maret 2021.

University of Oxford dan AstraZeneca belum mengumumkan kepastian kapan vaksin ini akan rampung. Namun, mereka sudah berkomitmen akan menyediakan 300 juta dosis vaksin Covid-19 untuk negara-negara miskin setelah risetnya selesai.

Komitmen itu dinyatakan pihak AstraZeneca dalam acara Global Vaccine Summit 2020 yang digelar pekan lalu (4/6/2020). Acara ini digelar oleh Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), aliansi vaksin global bentukan Bill & Melinda Gates Foundation.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati