Perpanjang Bansos Hingga Desember, Pemerintah Malah Turunkan Besaran Bantuan

"Dari Juli hingga Desember nilai manfaatnya turun dari Rp. 600.000 per bulan menjadi Rp. 300.000 per bulan.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 04 Jun 2020 10:35 WIB

Author

Dwi Reinjani

Perpanjang Bansos Hingga Desember, Pemerintah Malah  Turunkan Besaran Bantuan

Warga mengantre penyaluran bantuan tunai Kemensos di Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta-  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan memperpanjang Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa hingga Desember 2020. Namuan ia mengatakan besaran yang akan diterima akan berkurang dari 600 ribu rupiah per Kepala Keluarga (KK), menjadi 300 ribu rupiah.

“Jadi untuk Jabodetabek sekarang akan sampai Desember, namun mulai Juli hingga Desember manfaatnya turun dari Rp. 600.000 menjadi Rp. 300.000 per bulan. Untuk yang Jabodetabek tadi 9 juta, non Jabodetabek juga dilakukan perpanjangan sampai dengan Desember, namun dari Juli hingga Desember nilai manfaatnya turun dari Rp. 600.000 per bulan menjadi Rp. 300.000 per bulan.” Ujar Sri Mulyani, saat melakukan teleconference bersama wartawan, Rabu (03/06/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Juga mengatakan, untuk penyaluran bantuan tunai  akan  langsung ditransfer ke akun masing-masing penerima.

Dengan adanya penambahan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan maka Sri mulyani merinci anggaran yang disiapkan dari dana desa saat ini mencapai Rp31,8 triliun, bansos untuk Jabodetabek Rp6,8 triliun dan bansos non Jabodetabek Rp32,4 triliun.

Sedangkan jumlah penerima manfaat adalah 18,4 juta para peternak, petani dan pekebun. Sebanyak 4,2 juta pedagang dan pekerja sektor swasta, 3,4 juta pekerja bangunan, 3,3 juta pekerja pabrik, 1,3 juta pekerja komunikasi dan sopir, 900 ribu paranelayan. Jika diakumulasi menurut Sri Mulyani, penerima manfaat bansos mencapai 40 persen dari jumlah masyarakat Indonesia. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja