Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Penjara Lhoksukon

”Ada yang Kita tangkap bersembunyi di sawah, kebun, tempat sampah, semak-semak, empang"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 18 Jun 2019 08:14 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Penjara Lhoksukon

Syafrizal, terduga dalang kerusuhan penjara Lhoksukon ditangkap Senin (17/06). (Foto: KBR/Ist)

KBR, Aceh Utara–  Kepolisian Aceh Utara,  menangkap   dalang provokator kerusuhan di penjara  Lhoksukon. Syafrizal (42), narapidana kasus pembunuhan ditangkap Senin (17/6). Dia  mendekam di penjara tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Aceh Utara, Rizki Kholidiansyah mengatakan, Syafrizal diduga sebagai dalang atau aktor dalam kerusuhan yang menyebabkan lolosnya 73 penghuni penjara. Kata Dia, polisi menangkap pria bertato itu ketika bersembunyi di semak-semak di kawasan Lorong Kiki Salon, Desa Meunasah Dayah.

”Di semak-semak ada orang tidur tidak pakai baju dan bertato. Lalu Dia (warga-red) lapor ke Kita, langsung Kita lakukan penyergapan di sana. Sempat Dia (napi) mau melarikan diri Kita keluarkan tembakan peringatan akhirnya menyerahkan diri,” kata Rizki Kholidiansyah kepada KBR.

Kasatreskrim Polres Aceh Utara, Rizki Kholidiansyah menambahkan, jumlah napi Rutan Lhoksukon yang telah ditangkap sebanyak 23 orang dari total yang meloloskan diri berjumlah 73 orang. Ia menegaskan, polisi terus memburu keberadaan 46 orang napi lain yang diperkirakan masih bersembunyi di kawasan Kecamatan Lhoksukon.

”Ada yang Kita tangkap bersembunyi di sawah, kebun, tempat sampah, semak-semak, empang hingga bergumul dengan lumpur. Kita butuh keterlibatan warga dan keluarga napi, biar semuanya ketangkap semua,” tutur Rizki Kholidiansyah.

Sebelumnya penjara Lhoksukon rusuh mengakibatkan  73 dari 447 napi meloloskan diri pada  Ahad sore (16/6). Belum diketahui penyebab pasti kerusuhan tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Delapan Kabupaten dan Satu Kota di Papua Dinilai Buruk Dalam Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Hong Kong Resmi Cabut RUU Ekstradisi

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20