Polda Jatim Terbitkan Daftar 21 Buronan Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Polda Jawa Timur menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) berisi 21 buronan yang diduga terlibat pembakaran Mapolsek Tambelangan di Kabupaten Sampang.

BERITA , NASIONAL

Senin, 03 Jun 2019 15:41 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Polda Jatim Terbitkan Daftar 21 Buronan Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Timur melakukan olah TKP di Polsek Tambelangan pascapembakaran oleh massa, di Sampang, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019). (Foto: ANTARA/ Ryan Hariyanto)

KBR Surabaya - Polda Jawa Timur menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) berisi 21 buronan yang diduga terlibat pembakaran Mapolsek Tambelangan di Kabupaten Sampang. Polisi memberikan tenggat penyerahan diri hingga 10 Juni 2019.

"DPO Polda Jawa Timur diimbau menyerahkan diri setelah lebaran," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin (3/6/2019).

Menurut Barung, 21 orang yang masuk DPO itu berperan sebagai pembuat bom molotov, pelempar Mapolsek dan penggerak aksi massa.

Sebelumnya, Polisi juga sudah menangkap lima orang terduga pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang. 

Barung menjelaskan, setelah menerbitkan status DPO, Polda Jatim akan mengirimkan daftar tersebut ke seluruh Mapolsek di Sampang. Ia berharap, 21 buronan itu segera menyerahkan diri ke Polda Jatim sebelum polisi menjemput paksa.

"Ya harus segera menyerahkan diri ke Mapolda Jatim."

Baca juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka terkait Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Sejauh ini, polisi sudah menahan enam orang yang diduga terlibat pembakaran Mapolsek Tambelangan. Polisi juga sudah meminta bantuan para tokoh untuk membujuk para terduga pembakar Mapolsek Tambelangan agar menyerahkan diri.

"Kami sudah meminta bantuan para tokoh agar membujuk mereka yang terlibat menyerahkan diri," pungkas Barung.

Sebelumnya, ratusan orang membakar Mapolsek Tambelangan pada Rabu (22/5/2019) malam. Peristiwa itu bermula dari sekelompok orang yang datang dan melempari Mapolsek dengan batu juga kayu.

Meski petugas sudah memberikan peringatan, massa kian beringas dan tiba-tiba melempari Mapolsek dengan bom molotov lantas membakarnya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia