MUI Cianjur: Pawai Bedug Malam Takbiran Itu Euforia Berlebihan

Pandangan ini sejalan dengan imbauan Bupati Cianjur, yang melarang warganya pawai bedug di jalanan.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 04 Jun 2019 17:44 WIB

Author

Adi Ahdiat

MUI Cianjur: Pawai Bedug Malam Takbiran Itu Euforia Berlebihan

Ilustrasi: Pawai bedug dan konvoi di malam takbiran. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Sekretaris Majelis Ulama Islam (MUI) Cianjur, Ahmad Yani, mengatakan gema perayaan Idul Fitri memang harus digaungkan di setiap tempat. Tapi, lebaran tak harus digemakan lewat aksi pawai bedug di jalanan.

"Lebih baik bertakbir di masjid, sebab pawai bedug cenderung ke euforia berlebihan bukan menggemakan lebaran. Jadi kami imbau untuk melakukan kegiatan positif," jelas Ahmad Yani, seperti dikutip Antara (4/6/2019).


Bupati Cianjur Larang Pawai Bedug

Sejalan dengan pendapat tadi, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, mengimbau warganya agar tidak menggelar pawai bedug di malam Idulfitri 1440 Hijriah.

Seperti dikutip Antara, Plt Bupati Cianjur mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran ke setiap kecamatan dan desa untuk tidak membiarkan pawai bedug.

Sebagai gantinya, kegiatan yang berkaitan dengan malam Idulfitri diarahkan agar terpusat di lingkungan sekitar pemukiman warga dan masjid-masjid setempat.

"Kalau tetap membandel pasti akan ditindak. Petugas kepolisian yang berwenang untuk mengarahkan arak-arakan kembali ke kampungnya masing-masing," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, kepada Antara (4/6/2019).

Herman menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menertibkan kegiatan pawai bedug.

Pasalnya, ia khawatir pawai bedug yang biasa dilakukan dengan mobil bak terbuka bisa mengganggu arus lalu lintas, mengganggu ketertiban umum, serta memicu kecelakaan.


Polres Cianjur Tingkatkan Kewaspadaan

Imbauan serupa juga disampaikan Kapolres Cianjur, Soliyah. Pihaknya mengimbau warga untuk tidak merayakan malam Idulfitri secara berlebihan dan tetap menaati peraturan lalu lintas.

"Kami tetap ingatkan warga yang melakukan konvoi agar tetap tertib dan mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak menyalakan petasan dan kembang api selama konvoi," katanya.

Kapolres Cianjur juga mengungkapkan, pihaknya tidak melakukan pengetatan keamanan khusus dalam merespon kejadian percobaan bom bunuh diri di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Tidak ada peningkatan pengamanan di masing-masing Pospam, namun seluruh personil tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Kapolres Soliyah.

"Harapan kami tidak ada hal yang mencolok selama hari raya termasuk tidak ada ancaman apapun di Cianjur," tambahnya.

(Sumber: ANTARA)

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia