Menteri ESDM: B30 Tekan Impor BBM

Bisa menekan impor minyak 5 hingga 6 tahun mendatang.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 13 Jun 2019 14:48 WIB

Author

Valda Kustarini

Menteri ESDM: B30 Tekan Impor BBM

Ujicoba penggunaan B30 pada kendaraan diesel oleh Kementerian ESDM. (Foto: KBR/Valda Kustarini)

KBR, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba bahan bakar campuran Biodiesel 30 persen atau B30 pada kendaraan bermesin diesel.

Uji coba dilakukan pada 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyebut uji coba ini untuk mengetahui kinerja mesin kendaraan diesel saat memakai B30.

Jonan menilai, pemakaian bahan bakar dengan campuran minyak dari kelapa sawit itu dapat menekan impor minyak 5 hingga 6 tahun mendatang.

"Dan tujuannya makanya kita menggunakan campuran fame ini 30 persen supaya balence of trade-nya tidak terlalu defisit untuk impor bahan bakar, baik itu minyak mentah," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019)

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menjelaskan, penggunaan B30 merupakan langkah konkret pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, mensejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM dalam negeri.

Jonan juga menjamin, penggunaan bahan bakar B30 tidak akan membuat performa kendaraan turun.

Selain pemerintah, PT Pertamina (Persero) dan Asosiasi Produsen Bioufel Indonesia (APROBI) juga diminta komitmennya terkait rencana penggunaan B30 di Indonesia.

"Yang penting komitmen semua pihak harus jalan," tegas Jonan.

Selain itu, Penggunaan B30 ini terkait dengan rencana pemerintah pada 2020, yang mewajibkan setiap kendaraan diesel memakai bahan bakar B30, termasuk kereta api, kapal laut, dan alat berat di pertambangan.

Kementerian ESDM juga menargetkan uji coba penggunaan B30 ini selesai pada Oktober 2019, agar bisa merekomendasikan di tahun 2020, Biodiesel 30 bisa digunakan. 


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak