Menkopolhukam: Fokuskan Pengamanan ke Pengumuman Hasil Sengketa Pemilu

Penjagaan di gedung MK, KPU, dan Bawaslu diperketat.

Senin, 10 Jun 2019 13:31 WIB

Author

Dian Kurniati, Lea Citra

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Keme

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/5/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memerintahkan semua menteri di bawah koordinasinya agar kembali fokus menjaga keamanan jelang pengumuman hasil sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi, usai bekerja untuk arus mudik Lebaran. 

Wiranto mengatakan, semua risiko harus diantisipasi agar kerusuhan saat aksi 21 dan 22 Mei 2019 lalu tak terulang. Karena itu, penjagaan untuk gedung MK, KPU, dan Bawaslu bakal diperketat, agar proses pengumuman hasil sengketa pemilu tetap bisa berjalan lancar.

"Kembali konsentrasi kita untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan pasca-Lebaran, terutama menjelang sidang Mahkamah Konstitusi, menyangkut penyelesaian masalah pemilu 2019,” kata Wiranto di kantornya, hari ini (10/06/2019). 

“Kita juga bersyukur dan memberikan apresiasi pada para kontestan, yang saat ini memilih menyelesaikan masalah lewat jalur hukum, lewat Mahkamah Konstitusi.” 

Wiranto menegaskan jaminan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 berjalan aman dan lancar, hingga penetapan hasil pemilu oleh KPU. Wiranto lantas memerintahkan para menterinya, seperti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, untuk mengantisipasi semua ancaman keamanan jelang pengumuman hasil sengketa pemilu. 

Meski begitu, Wiranto berharap para peserta pemilu yang mengajukan gugatan bisa menerima apapun putusan yang dibacakan MK. Jika semua peserta menerima putusan MK, Wiranto meyakini demontrasi menolak hasil pemilu tak akan terulang.

Evaluasi Pemilu Serentak, akhir Juli 

Setelah pengumuman sengketa Pemilu ini selesai, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengevaluasi Pemilu Serentak 2019. Rencananya evaluasi akan digelar pada akhir Juli nanti. 

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, KPU akan mengevaluasi semua kinerja, termasuk pemisahan Pilpres dan Pileg untuk Pemilu selanjutnya. Namun Arief enggan membeberkan poin-poin utama evaluasi Pemilu yang akan diadakan nanti. 

"Ya semua, semua tahapan yang sudah kita jalankan. Nanti kita bahas di situ saja, dievaluasi," kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Senin (10/6/2019).

Ketua KPU Arief Budiman menambahkan, saat ini KPU akan menunggu hasil keputusan MK terkait sengketa Pilpres 2019, sebelum melaksanakan evaluasi tersebut.

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10