Kemenhub Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi Puncak Arus Balik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksikan puncak arus balik Lebaran 2019 terjadi pada 7, 8 dan 9 juni 2019.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 04 Jun 2019 15:07 WIB

Author

Heru Haetami

Kemenhub Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi Puncak Arus Balik

Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). (Foto: ANTARA/ Dedhez Anggara)

KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksikan puncak arus balik Lebaran 2019 terjadi pada 7, 8 dan 9 juni 2019.

Itu sebab Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setyadi telah menyiapkan skenario untuk mengurai kepadatan volume kendaraan selama puncak arus balik. Salah satunya menambah 10 gate atau gerbang masuk tol di Palimanan.

Dengan begitu dari yang semula 28 menjadi 38 gate. Kata dia, masing-masing gate tambahan akan menggunakan Mobile Rider.

"Jadi secara teknis di sana (Palimanan) hanya ada 28 gate, tapi akan ditambah dengan MR (Mobile Rider) sehingga menjadi 38 gate. Tapi yang sifatnya mobile," kata Budi saat ditemui di Gedung Kemenhub, Jakarta, (4/6/2019).

Budi menjelaskan, Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran. Sehingga bila tak dilakukan penambahan gate maka bakal terjadi penumpukan kendaraan di jalur ini.

Jika sudah bergitu, akibatnya kemacetan pun bakal tak terelakan. 

Selain itu, Budi mengatakan kementeriannya akan kembali menerapkan kebijakan sistem satu arah atau one way di beberapa ruas jalan tol pada puncak arus balik.

"Dari tanggal 7, 8, 9 dan 10 potensi one way akan dilakukan. Dimulai dari jam 12 siang sampai dengan jam 12 malam."

Budi memastikan pelaksanaan sistem satu arah tidak dilakukan selama 24 jam seperti yang telah direncanakan sebelumnya. "Tidak 24 jam seperti rencana awal, ini untuk memberikan ruang untuk para pengemudi bus untuk kembali ke Jakarta menggunakan jalan tol," tutup Budi. 

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan