Jaga Sidang MK, Polda Jatim Kirim 1.200 Personel ke Jakarta

Personel yang dikirim terdiri dari 700 Brimob dan 500 Sabhara.

BERITA , NASIONAL , NUSANTARA

Rabu, 12 Jun 2019 15:50 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jaga Sidang MK, Polda Jatim Kirim 1.200 Personel ke Jakarta

Pasukan Brimob berjaga di depan Gedung Bawaslu setelah pengumuman rekapitulasi suara hasil Pilpres 2019 oleh KPU, Jakarta (21/5/2019). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta/nz)

KBR, Surabaya - Polda Jawa Timur (Jatim) mengirim 1.200 personel untuk membantu pengamanan sidang gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta.

"Kami siagakan personel di Mabes Polri untuk kepentingan pengamanan sidang MK," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera di Surabaya kepada Antara, Rabu (12/6/2019).

Personel yang dikirim terdiri dari 700 Brimob dan 500 Sabhara.

Untuk pengamanan di wilayah Jawa Timur sendiri, Kapolda Jatim, Luki Hermawan, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi opini tentang kecurangan Pemilu dan menunggu keputusan resmi MK.

"Polda Jatim berkeyakinan masyarakat Jatim tidak akan terprovokasi dan tidak mengikuti ajakan-ajakan yang inkonstitusional atau melakukan hal yang berhubungan dengan melawan hukum," ucap Frans sebagaimana imbauan Kapolda Jatim.

Baca Juga: 7 Permohonan Prabowo – Sandi ke MK 

Frans menyebut, Polda Jatim juga tidak akan melakukan sweeping atau razia seperti yang terjadi menjelang aksi 22 Mei lalu.

"Tidak ada sweeping, nanti akan disampaikan Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim yang akan memberikan keterangan bersama para tokoh masyarakat Jatim," tuturnya.

Sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 akan digelar Jumat, 14 Juni 2019. Dan sidang gugatan dijadwalkan pada Jumat, 28 Juni 2019.

Sebelumnya, tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi telah menyampaikan sejumlah permohonan ke MK.

Permohonan tersebut berisi 7 poin, di antaranya adalah meminta MK untuk mendiskualifikasi pasangan Jokowi - Ma’ruf, menetapkan pasangan Prabowo - Sandi sebagai pemenang Pemilu, atau menggelar Pemilu ulang.


Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia