Ini Temuan Tim Densus Saat Geledah Rumah Pelaku Teror Bom di Kartasura

Sejumlah bahan peledak dan pelbagai alat peracik bom ditemukan di rumah orangtua pelaku teror bom di Kartasura. BIN mengklaim telah memprediksi ancaman serangan ke polisi.

, NASIONAL

Selasa, 04 Jun 2019 13:42 WIB

Author

Dian Kurniati, Wahyu Setiawan

Ini Temuan Tim Densus Saat Geledah Rumah Pelaku Teror Bom di Kartasura

Polisi berjaga saat penggeledahan rumah pelaku peledakan Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari. (Foto: ANTARA/ M Ayudha)

KBR, Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan tim laboratoriun forensik Polda Jawa Tengah menemukan bahan-bahan peledak di rumah pelaku teror bom bunuh diri di Pos POolisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahan peledak itu di antaranya serbuk belerang, potasium arang, bubuk mesiu atau black powder, hingga serbuk putih yang diduga nitrat.

Temuan ini didapat usai polisi menggeledah rumah orangtua pelaku teror berinisial RA tersebut.

Juru Bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, penggeledahan tim Densus dilakukan Selasa (4/6/2019) dini hari--tak lama usai bom meledak. Dalam penggeledahan, tim Densus juga menemukan pelbagai alat peracik bom.

"Kemudian ada charger baterai 3,7 volt, kemudian ada satu pipa diameter 2 cm panjang 15 cm, kemudian ada detonator manual warna putih dengan kabel warna hijau dan putih," ungkap Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Dedi menjelaskan, bahan-bahan yang ditemukan itu merupakan hasil rakitan dari pelaku. Saat ini seluruh temuan telah disita oleh tim laboratorium forensik Polda Jawa Tengah.

Sebelumnya, RA (22) meledakan bom di pos polisi Kartasura, Sukoahrjo pada Senin (3/6/2019) malam sekitar pukul 22.45 WIB.

Baca juga:

Incaran Teror

Badan Inteijen Negara (BIN) mengklaim teror bom menyasar aparat keamanan adalah salah satu ancaman yang sebelumnya sudah diprediksi. Juru Bicara BIN Wawan Purwanto mengatakan pemetaan potensi ancaman dilakukan sejak ada rencana aksi 22 Mei 2019 terkait penolakan hasil penghitungan suara Piilpres oleh KPU.

Wawan menyebut target teror tersebut tetap sama, yakni polisi. Kata dia, ancaman teror jelang Lebaran ini masih tinggi.

Itu sebab lembaganya, kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bakal tetap waspada.

"Sebetulnya proses Lebaran sampai juga nanti mudik, itu ya terus diwaspadai. Karena mereka menyelinap mengunakan waktu di mana konsentrasi aparat kan sedang mengamankan arus mudik dan balik. Dia mencoba menyelinap, mencari celah," kata Wawan kepada KBR, Selasa (4/6/2019).

"Itu yang perlu dicari, semua harus melakukan upaya pendeteksian," tambah Wawan.

Ia pun mengklaim pemerintah telah mengantisipasi pelbagai serangan teror saat Lebaran. Meski tak menyebut jaringan teroris ataupun afiliasi pelaku teror bom di Sukoharjo, menurutnya polisi bakal terus menyelidiki serangan tersebut.

Apalagi sebelumnya telah ada penangkapan terduga teroris di pelbagai wilayah seperti Sibolga, Bitung, Lampung, Bekasi, Tegal, dan Bogor.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir