H-2 Lebaran, Sejuta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Juru bicara Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, angka tersebut naik 33 persen dibanding hari normal.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 04 Jun 2019 16:08 WIB

Author

Dian Kurniati

H-2 Lebaran, Sejuta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Suasana di Tol Cipali. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - PT Jasa Marga mencatat ada hampir 1,1 juta kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta menuju arah timur, barat, dan arah selatan sejak H-7 sampai dengan H-2 Lebaran. 

Juru bicara PT Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, angka tersebut naik 33 persen dibanding hari normal. Irra memperkirakan, masih ada 200-an ribu kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta pada H-1 Lebaran, pada Selasa hari ini.

"Dengan jumlah lalu lintas mudik selama enam hari ini, maka telah memenuhi 84 persen dari prediksi volume lalu lintas yang akan meninggalkan Jakarta menuju ketiga arah," kata Irra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/6/2019).

Kendaraan yang keluar Jakarta tersebut terdistribusi dalam 56 persen ke arah timur, 26 persen ke arah barat, dan 18 persen ke arah selatan. 

Pada arah timur, ada hampir 615 ribu kendaraan yang terbagi ke gerbang tol Cikampek Utama untuk menuju jalan tol Cikopo-Palimanan, dan gerbang tol Kalihurip Utama untuk menuju jalan tol Cipularang Padaleunyi. 

Pada gerbang tol Cikampek Utama, ada 429.935 kendaraan yang meninggalkan Jakarta, atau naik sebesar 200 persen dibanding hari normal. Sedangkan pada gerbang tol Kalihurip Utama, ada 185.003 kendaraan yang lewat, atau hampir sama dengan hari normal.

Sementara itu, kata Irra, Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah barat via gerbang tol Cikupa jalan tol Merak-Tangerang sebanyak 286.111 kendaraan, atau justru turun 8.7 persen dibanding hari biasa. 

Adapun 191.679 kendaraan sisanya, keluar Jakarta ke arah selatan, via gerbang tol Ciawi jalan tol Jagorawi. Jumlah tersebut naik 4,7 persen dibanding hari normal. 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia