50 Napi Korupsi di Jawa Barat Dapat Remisi Lebaran

Para napi bisa mendapat potongan masa tahanan mulai dari 15 hari sampai dua bulan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 04 Jun 2019 15:36 WIB

Author

Adi Ahdiat

50 Napi Korupsi di Jawa Barat Dapat Remisi Lebaran

Muhammad Nazaruddin, salah satu napi korupsi yang mendapat remisi khusus lebaran 2019. (Foto: ANTARA)

Menyambut Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah, lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Barat memberi remisi untuk sejumlah narapidana (napi).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Abdul Aris, menjelaskan remisi khusus akan diberikan pada 4.277 narapidana, dengan rincian:

  • Napi korupsi 50 orang;
  • Napi pencucian uang 8 orang;
  • Napi terorisme 22 orang;
  • Napi kasus narkotika 4.181 orang;
  • Napi illegal fishing 2 orang;
  • Napi trafficking 14 orang.

Khusus untuk napi korupsi, Aris mengatakan, “Para narapidana tipikor (tindak pidana korupsi) yang mendapatkan remisi khusus Lebaran tahun ini mendapatkan pemotongan masa tahanan dengan jumlah bervariasi, yakni 15 hari, satu bulan 15 hari, hingga dua bulan,” jelasnya.

Aris menyebut, salah satu napi korupsi yang mendapat remisi adalah Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus suap dalam proyek Wisma Atlet Hambalang, sekaligus terpidana gratifikasi dan pencucian uang.

Nazaruddin dipenjara sejak tahun 2011, dengan total hukuman selama 13 tahun.


Ada 212 Napi Langsung Bebas

Di luar kelompok yang disebut di atas, ada juga 212 napi lain yang mendapat remisi dan langsung bebas.

Aris menjelaskan, 212 orang tersebut adalah napi-napi yang sisa masa tahanannya tinggal sebentar lagi.

"Sehingga ketika mendapatkan remisi Lebaran tahun ini, si warga binaan tersebut masa hukumannya langsung habis," jelas Aris, seperti dikutip Antara (4/6/2019).

Aris menyebut, sampai saat ini masih terdapat 24.370 narapidana dan tahanan yang dibina di 33 rumah tahanan serta lapas di seluruh Jawa Barat.

(Sumber: ANTARA)

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun