Share This

Pilpres 2019, Pramono Sebut Jokowi Sudah Kantongi Nama Wakil

"Cawapres Pak Jokowi yang tahu Pak Jokowi dan partai pendukung. Tentu beliau sudah punya ancar-ancar. "

BERITA , NASIONAL

Rabu, 06 Jun 2018 22:00 WIB

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Politikus senior PDIP Pramono Anung mengatakan Joko Widodo sudah mengantongi nama yang dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden. Namun ia masih merahasiakan nama tersebut.

Kata dia, keputusan sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

"Cawapres Pak Jokowi yang tahu Pak Jokowi dan partai pendukung. Tentu beliau sudah punya ancar-ancar. Siapa orangnya? Beliau yang tahu," kata Pramono di kantornya, Rabu (6/6).

Pramono mengatakan Jokowi mencari sosok yang bisa bekerja bersama dia sekaligus menaikkan elektabilitasnya. Awal Agustus nanti pemilihan presiden akan dimulai dengan tahap pendaftaran pasangan calon.

Sejauh ini dalam berbagai survei, sejumlah nama kerap disebut. Nama-nama tersebut berasal dari kalangan partai politik maupun di luar itu. Partai-partai pendukung Jokowi juga sudah berebut mengajukan kadernya untuk mendampingi bekas Gubernur DKI Jakarta itu.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah berulangkali menawarkan dirinya. Belakangan, Golkar juga menyodorkan ketumnya Airlangga Hartarto.

Di luar nama-nama politikus ada nama Sri Mulyani, Gatot Nurmantyo, Susi Pudjiastuti, hingga Mahfud MD. Selain itu kabar merapatnya partai Demokrat ke Jokowi juga membuka pintu Jokowi bersanding dengan Agus Harimurti Yudhoyono.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.