Share This

Sel Mewah, Kepala Penjara Cipinang Dicopot

"Kita lakukan pemeriksaan kepada seluruh petugas terkait pengamanan, pelayanan itu. Mulai dari Kalapas, dan pengamanannya, termasuk petugas terkait."

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 14 Jun 2017 16:09 WIB

Kepala BNN Budi Waseso menunjukkan barang bukti sitaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus narkoba. (Sumber: BNN)

KBR, Jakarta- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencopot Kepala Penjara  dan Kepala Pengamanan Cipinang terkait pemberian fasilitas istimewa kepada narapidana. Mereka langsung diberhentikan Menkumham Yasonna Laoly hari ini.

Sementara untuk para sipir yang terlibat, ujar Kakanwil Kemenkumham Jakarta Endang Sudirman, tengah diperiksa intensif. Namun dia tidak menjelaskan ada berapa sipir yang dicopot. Kemenkumham, kata dia masih harus melakukan investigasi terkait ini, termasuk dugaan pemakaian narkoba oleh narapidana.

"Kita lakukan pemeriksaan kepada seluruh petugas terkait pengamanan, pelayanan itu. Mulai dari Kalapas, dan pengamanannya, termasuk petugas terkait. Kami sedang melakukan pendalaman. Kami juga melakukan pemeriksaan," ujarnya kepada KBR di Gedung Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Rabu (14/06).

Kamar istimewa di Lapas Cipinang berada di kamar tipe tiga yang dihuni Haryanto Chandra alias Gombak, narapidana kasus narkotika. Temuan ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggeledahan 31 Mei lalu.  Haryanto  langsung dibawa BNN hari itu juga.

Dari penggeledahan, petugas menemukan satu unit laptop, empat unit telepon genggam, satu modem wifi dan satu unit token.  Selain itu, di ruangan tersebut terdapat AC, CCTV yang bisa memonitor setiap orang yang datang, WIFI, aquarium ikan arwana, dan menu makanan spesial. Tim TPPU BNN juga menemukan aktivitas para narapidana sedang menghisap sabu di dalam ruangan sel. 

Endang menambahkan, pasca temuan tersebut Kemenkumham langsung melakukan pembersihan di seluruh lapas yang dihuni 223 ribu narapidana, dari kapasitas normal 121 ribu.

"Kami melakukan pembersihan kamar, dan kamar lainnya."

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.